
Kendari, Inilahsultra.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), La Ode Muhammad Syarif memimpin rapat khusus di Kantor Gubernur Sultra. Ini merupakan agenda kedua komisioner KPK pasca-memberi kuliah umum mahasiswa Pascasarjana Unsultra di Hotel Azahra Kendari
Tak seperti biasa, audiensi KPK bersama Gubernur Sultra dan sejumlah pejabat Pemprov Sultra berlangsung dalam penjagaan cukup ketat aparat Satpol PP. Bahkan, media yang hendak meliput rapat koordinasi KPK tersebut dibatasi untuk masuk.
Beberapa pegawai Setprov Sultra yang standby di depan ruang rapat Kantor Gubernur tampak mengecek kehadiran tamu. Demikian juga Satpol PP terlihat berjaga di depan pintu masuk ruang rapat. Memastikan tak ada tamu di luar list ikut masuk.
“Maaf, maaf dibatasi. Hanya 5 orang (wartawan) saja yang boleh masuk. ID Card nya mesti dari panitia. Yang bukan id card dari panitia tidak boleh masuk,” jelas salah satu pegawai yang duduk berjaga di depan ruang rapat.
Setali tiga uang, Satpol PP menegaskan ada pembatasan terhadap jurnalis yang meliput kegiatan KPK di Kantor Gubernur.
“Maaf tidak bisa. Tapi banyak temannya yang datang tapi pulang karena tidak diijinkan. Yang punya id card dari panitia saja yang boleh. Tadi itu hanya lima orang yang boleh masuk,” jelas Satpol PP tersebut.
Rapat tertutup tersebut diketahui dihadiri Gubernur Sultra, Ali Mazi dan pejabat teras Pemprov Sultra. Rakor dipimpin LM Syarif yang dimulai pukul 12.30 WITA hingga kini masih terus berlangsung.
Dirilis inilahsultra.com, kedatangan KPK di Sultra dalam rangka koordinasi dan supervisi pencegahan tindak pidana korupsi lingkup Pemprov Sultra dan Pemda Kabupaten/Kota Se-Sultra. Beberapa fokus sorotan KPK selama sepekan Bumi Anoa adalah menyangkut tata kelola tambang, keuangan dan PAD.
Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman




