Ranjau Sisa Perang Dunia II Ancam Proyek Jalan Kendari Toronipa

1687
Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Hado Hasina.

Kendari, Inilahsultra.com – Proyek pembangunan infrastruktur jalan Kendari-Toronipa digagas Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi kini mulai memasuki tahap feasibility study (FS).

Berbagai kendala terkuak di tengah rapat FS pembangunan mega proyek bernilai triliunan yang digarap PT Hegar Daya tersebut. Salah satunya adalah terkait sterilisasi jalur jalan yang mencapai 13 Km.

- Advertisement -

Sebagaimana diurai Kepala Dishub Sultra, Hado Hasina, jalur jalan Kendari-Toronipa bakal melalui kawasan berbahaya. Dimana jalur yang dilintasi proyek tersebut yakni sekitar Teluk Kendari terdapat banyak sisa bahan peledak era perang dunia II.

Mantan Sekda Butur berharap pemerintah mempertimbangkan bahaya tersebut sebelum start pembangunan fisik berjalan.

“Ini yang harus dipikirkan. Ada banyak ranjau di sana. Anggarannya nanti dari mana. Koordinasi dengan TNI AL bagaimana,” ucap mantan Pj Wali Kota Baubau saat hadir dalam pemaparan FS Pembangunan Jalan Wisata Kendari-Toronipa di Kendari, Rabu 3 Juli 2019.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Abdul Rahim mengaku sudah memperhitungkan masalah tersebut.

Program sterilisasi ranjau darat demi savetynya pengerjaan proyek jalan Kendari-Toronipa pihaknya akan berkoordinasi dengan Mabes TNI AL.

“Kita sudah pikirkan skenario itu. Kita akan koordinasi dengan Mabes AL,” ujarnya.

Sebagaimana dirilis kompas.com, tahun 2016 TNI AL menemukan cukup banyak ranjau sisa perang dunia II tertanam di sekitar Teluk Kendari. Oleh TNI AL, ranjau tersebut kemudian dimusnahkan.

Pembersihan kawasan Teluk Kendari dari sisa-sisa bahan peledak kala itu berkaitan dengan agenda pembangunan Jembatan Bahteramas yang kini konstruksinya dalam proses perampungan.

Penulis : Siti Marlina

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...