Tarik Biaya Ijazah Sampai Rp 250 Ribu, Sejumlah Kasek TK di Butur Terancam Sanksi

2213
Baebudi

Buranga, Inilahsultra.com – Sejumlah Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Buton Utara (Butur) membebankan biaya pengambilan ijazah kepada peserta didik. Makanya, Dinas Pendidikan Kabupaten Butur akan memberikan sanksi kepada sejumlah Kepala Sekolah (Kasek) TK.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Butur Baebudi mengakui, sudah mendengar informasi tersebut. Makanya, hari Sabtu nanti seluruh Kasek TK akan dikumpulkan untuk dimintai klarifikasi.

- Advertisement -

“Saya sudah dengar dan sudah punya bocoran TK mana yang membebankan biaya pengambilan ijazah,” ungkap Baebudi di ruang kerjanya, Rabu 3 Juli 2019.

Menurut dia, membebankan biaya ijazah Rp 150 Ribu sampai Rp 250 Ribu sangat tidak dibenarkan. Pasalnya, setiap TK memiliki anggaran. Makanya, tidak ada alasan yang membenarkan biaya ijazah tersebut.

Buntut pembebanan biaya ijazah, masih ada peserta didik TK yang belum mendapatkan ijazah. Sementara pendaftaran siswa baru sementara berlangsung.

“Hari Sabtu nanti, saya akan tekankan. Dua hari, mulai Senin dan Selasa seluruh ijazah sudah harus sampai kepada anak-anak kita itu. Hari Rabu saya akan minta laporan masing-masing kepala sekolah,” tegasnya.

Jika masih ada yang belum mendapatkan ijazah, Baebudi berjanji, Kasek TK akan dilaporkan kepada kepala dinas untuk diberikan sanksi. Bisa saja, sanksinya berupa pencopotan.

“Konsekwensinya adalah jabatan mereka,” tandasnya.

Bukan hanya itu, Baebudi juga meminta kepada seluruh Kasek TK untuk mengembalikan biaya ijazah yang sudah ditarik dari peserta didik. Makanya, Baebudi berharap, jika ada orang tua siswa yang belum mendapatkan kembali uangnya, supaya segera dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Butur.

“Supaya kita proses kepala sekolahnya. Ini cara-cara yang tidak benar,” tegasnya.

“Apapun alasannya, hari Selasa pembagian ijazah sudah harus selesai dan gratis. Tidak dipungut biaya. Kalau masih ada yang membayar, laporkan ke dinas,” tambahnya.

Tidak sampai disitu, buntut penarikan biaya ijazah tersebut, Baebudi menyatakan, Dinas Pendidikan Butur akan melakukan monitoring dan evaluasi.

“Kita akan turun ke sekolah-sekolah untuk kroscek,” ujarnya.

Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
loading...