400 Lebih Rumah Warga Bakal Digusur Demi Proyek Jalan Kendari Toronipa

2510
 

Kendari, Inilahsultra.com – Lebih dari 400 lebih unit rumah warga bakal digusur menyusul rencana pembangunan proyek jalan wisata Kendari – Toronipa yang dicanangkan Gubernur Sultra, Ali Mazi.

Hal ini terungkap saat pemaparan Feasibility Study (FS) Program Pembangunan Jalan Wisata Kendari-Toronipa, Rabu 3 Juli 2019.

- Advertisement -

Selain pemukiman masyarakat, banyak sarana publik lain yang ikut jadi ‘tumbal’ jika program yang menelan anggaran hingga Rp 1,1 triliun itu jadi terealisasi.

Sebut saja diantaranya adalah sarana sekolah, pelabuhan, SPBU hingga masjid.

Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Pemprov Sultra, Abdul Rahim tak memungkiri ada banyak hal yang mesti dikorbankan demi realisasi program prioritas duet AMAN itu.

Namun begitu, ia menyatakan pihaknya telah memikirkan kemungkinan terburuk seandainya banyak fasilitas publik termasuk pemukiman warga terdampak program mercusuar Ali Mazi tersebut.

Dari empat opsi plan pembangunan jalan Kendari Toronipa ditawarkan, lanjut Abdul Rahim, Pemprov Sultra memang cenderung memilih design jalan yang meminimalisir konstruksi di atas kawasan perairan. Faktor biaya menjadi pertimbangan. Disamping aspek perizinan lain yang lumayan pelik dan berpotensi memperlambat rencana realisasi megaproyek tersebut.

“Alternatif pertama itu anggarannya lebih Rp 2 T. Kalau yang keempat hanya dikisaran Rp 1,1 T. Lebih banyak di jalur darat konstruksinya. Pakai tiang pancang. Jembatan layang biayanya besar,” ucap Abdul Rahim.

Namun begitu, pemilihan opsi ini pemerintah diharuskan siap menanggulangi kerugian masyarakat maupun fasilitas publik yang terpaksa digusur agar tak mengganggu lintasan jalan wisata tersebut.

Dalam rapat, diketahui ada beberapa opsi yang ditawarkan ke pemerintah sebagai solusi meminimalisir konflik akibat penggusuran rumah warga.

Solusi pertama adalah ganti rugi tunai dalam bentuk rupiah dengan menghitung besaran nilai bangunan warga. Solusi kedua sebagaimana ditawarkan Kepala dinas Perhubungan Sultra, Hado Hasina adalah menyiapkan kawasan pemukiman baru bagi warga masyarakat yang rumahnya tergusur.

Tidak ada sistem ganti rugi. Pemerintah menyiapkan kawasan dan menanggung membangun unit rumah baru bagi KK yang terdampak proyek jalan Kendari Toronipa.

“Kawasannya bisa di dekat situ juga. Sekaligus pemerintah membangunkan rumah baru warga yang digusur,” usul Hado.

Sejauh ini belum ada solusi ditetapkan sebagai jalan keluar masalah penggusuran rumah warga tersebut. Kata Rahim, pihaknya kini tengah fokus melakukan koordinasi lintas pemerintah kabupaten mendata rumah warga yang bakal dilalui jalur jalan Kendari Toronipa.

Sebelumnya, Ali Mazi merencanakan proyek jalan Kendari Toronipa dibangun layaknya tol modern Bali Mandara. Proyek ini menjadi jalan tol layang pertama di Indonesia yang dibangun di atas laut.

Penulis : Siti Marlina

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...