Tiga Oknum Polisi di Sultra Jadi Tersangka Penggelapan Pajak

1789
 

Kendari, Inilahsultra.com – Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menetapkan tersangka tiga oknum polisi terkait kasus dugaaan penggelapan pajak.

Tiga oknum polisi itu yakni, mantan Kepala Samsat Kolaka, Kompol MH dan mantan Kepala Samsat Kolaka, AKP SB serta mantan anggota Samsat Kolaka Brigadir JM. Atas kasus tersebut, sanksi tegas menanti tiga oknum polisi.

- Advertisement -

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt membeberkan, Selasa 2 Juli 2019 kemarin tiga oknum polisi sudah ditetapkan sebagai tersangka dan memenuhi unsur pidana berdasarkan hasil gelar perkara.

β€œTiga oknum polisi ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga melanggar pasal 263 dan 374 KUHP,” jelas Harry, Kamis 4 Juli 2019.

Perwira dengan dua melati di pundak itu memastikan, tiga oknum polisi tersebut bakal diberi sanksi tegas sesuai dengan kode etik Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Untuk diketahui, laporan pengaduan masuk di Polda Sultra, sejak tanggal 27 November 2017 lalu dilaporkan oleh Wakil Ketua DPRD Sultra, Jumardin.

Isi dari pengaduan itu, terkait perlindungan hukum atas dugaan penyalahgunaan wewenang, penggelapan dan pemalsuan dokumen pajak kendaraan yang dilakukan oleh ketiga oknum polisi.

Dimana, pajak STNK tujuh unit mobil yang dibayarkan lewat Samsat Kolaka saat itu, ternyata tidak teregister secara online saat dilakukan pengecekan di Samsat Kendari pada tahun 2017 lalu. Bahkan, pelapor diwajibkan untuk membayar kembali.

Sebelumnya, Jumardin telah membayar pajak dua unit mobil pada tahun 2008 silam. Kemudian 5 unit mobil lainnya dibayar tahun 2012. membayar dilakukan secara langsung, termasuk biaya balik nama. Pembayaran pajak tahun 2012 kepada MH dan kepada SB pada tahun 2012.

Atas kasus tersebut, pelapor sangat dirugikan. Baik itu perusahaan maupun pribadinya, kerugiannya pun jumlahnya sangat besar, ditaksir sekitar Rp 1,8 miliar.

Jumlah itu, merupakan akumulasi dari pembayaran BBN kendaraan bermotor tahun 2008 dan 2012, pajak tahunan 7 unit kendaraan sejak 2008-2012 penghasilan merugi karena pernah tidak beroperasi selama 7 bulan.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Komentar
loading...