Pakaian Adat dan Hasil Tenun Muna Hiasi Pawai Budaya HUT Ke-60

164
Hasil tenun Muna yang ditampilkan pada Pawai Budaya HUT Muna.

Raha, Inilahsultra.com-Memperingati HUT Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-60 Tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat menggelar Pawai Budaya, Sabtu 6 Juli 2019.

Pawai adat itu merupakan salah satu rangkaian dalam menyemarakkan hari lahirnya bumi Sowite itu. Giat itu dirangkaikan dengan kegiatan Haroa (Baca-baca syukuran).

- Advertisement -

Pakaian khas suku Muna maupun hasil tenun Muna berbagai motif kuno hingga inovasi baru menghiasi pawai budaya tersebut.

Sebanyak 78 peserta pawai budaya turut andil bagian dengan mengenakan pakaian Adat dan tenunan khas Muna meliputi 42 Peserta berasal dari barisan OPD, 24 baris dari kecamatan, 12 baris dari jajaran komunitas paguyuban ditambah 5 baris organisasi.

Tak sedikit dari pemimpin barisan dari OPD mengenakan pakaian suku adat Muna dari berbagai warna dan motif tak terlepas kopiah (Songko) atau ikat kepala (Kampurui) maupun Ikat pinggang yang dipakai terbuat dari logam berwama kuning.

Sementara untuk para ibu-ibu maupun para gadis tak kalah dengan penampilannya, dengan mengenakan pakaian suku adat Muna dan dilengkapi kain ikat pinggang yang disebut simpulan kagogo.

Selain pakaian adat Muna, hasil karya lokal masyarakat Muna berupa kain tenun yang dibuat baju hingga celana yang telah mendunia di manca negara ikut menghiasi setiap barisan pawai budaya yang dengan.

Pawai itu star di Tugu Jati melewati pintu gerbang Rumah Jabatan (Rujab) bupati yang dikenal Galampano dan finis di Rumah Adat Muna Bharugano Wuna.

Selain itu, seni bela diri atau Ewa Wuna sebagai atraksi dalam menyambut tamu kehormatan dalam acara adat maupun acara penting lain ikut di pertontonkan di hadapan Tamu spesial yakni Pj Sekda Sultra La Ode Mustari yang didampingi Bupati Muna, LM Rusman Emba, Wakil Bupati Muna,  Abdul Malik Ditu, Ketua DPRD Muna, Abdul Rajab hingga para OPD.

Baca Juga :  Tahun Depan, Gubernur Sultra Diajak Panen Ikan saat Pesta Adat

Salah satu barisan dari Kecamatan Lohia yang dipimpin oleh Camat Lohia LM. Hajar Sosi saat ditemui wartawan Inilahsultra.com, Sabtu 6 Juli 2019 mengungkapkan, sangat mengapresiasi kegiatan memperingati HUT Muna ke-60 tahun dengan menyelenggarakan pawai budaya, sebagai masyarakat yang cinta akan budaya dan kearifan lokal.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pawai budaya, ini menunjukan kecintaan budaya di tengah masyarakat Muna yang lebih maju dan bermartabat,” ujar Hajar.

Barisan yang dipimpin oleh Hajar yang di kecamatannya sebagai pintu masuk peradaban Islam di Muna dan terdapat berbagai obyek wisata Prasejarah Liangkabori, hingga Pantai Napabale.

Selain itu, ada Pantai Meleura serta wisata baru berupa puncak Lakude. Dalam barisannya, berjumlah 500 orang dengan menyusun tema pariwisata budaya dan peradaban Islam sebagai masa depan Muna.

“500 orang, pakaian yang dikenakan pakaian adat, hasil tenun, pakaian keagamaan, ini menunjukan kecamatan Lohia kaya akan budaya,” tuturnya.

Reporter : Iman

 

 

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here