Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka Bentrokan Berdarah di Puuwatu

198
Kapolres Kendari menggelar konferensi pers penetapan tujuh tersangka dalam kasus bentrokan berdarah di Puuwatu Kota Kendari.

Kendari, Inilahsultra.com – Polisi menetapkan tujuh tersangka dalam kasus bentrokan berdarah yang melibatkan dua kelompok pemuda di Jalan Prof M Yamin, Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Minggu 07 Juli 2019, sekira pukul 00.30 WITa.

Bentrok pecah karena kesalahpahaman yang mengakibatkan perkelahian antardua kelompok yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, Laode Muh Jidin (23).

- Advertisement -

Dua lainnya terluka benda tajam, Arfansyah (16) dan Muhammad Safruddin (27).

Pasca kejadian itu, Polsek Mandonga dibantu Buser 77 Satreskrim Polres Kendari, berhasil mengamankan 14 orang dalam kurun waktu 1×24 jam. Dari 14 orang yang diamankan, 7 dinyatakan sebagai tersangka.

Dalam pres releasenya, Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi SIK membeberkan, dari hasil pemeriksaan penyidik 14 orang yang diamankan, tujuh dinyatakan sebagai tersangka atas meninggalnya Laode Muh Jidin. Selanjutnya, penyidik akan memilah-milah peran mereka masing-masing.

“Masih ada tersangka lain, saat ini kami masih melakukan pengejaran,” ucap Jemi Junaidi, di hadapan awak media, Senin 8 Juli 2019.

Jemi menyebut, tujuh yang dinyatakan sebagai tersangka yakni, Ramadhan alias Dadang (29), Ahmad (31), Eksantri alias Kumkum, M (17), Muhammad Safrudin alias Udin, Slamet Abdulah (24) dan Nazamudin (23). Mereka ditangkap secara terpisah-pisah di bilangan Puuwatu.

“Selain tersangka, kamu juga mengamankan barang bukti motor, dua buah parang, satu gir motor, satu badik, 1 buah handphone milik korban yang diambil oleh tersangka dan empat kayu yang digunakan saat insiden itu terjadi,” jelasnya.

“Ini murni kriminal atau kenakalan remaja, jangan disangkutpautkan dengan isu sara,” tegasnya.

Mantan Kapolres Konawe ini mengimbau kepada keluarga korban dan semua masyarakat, agar kasus ini percayakan kepada kepolisian. Jemi berjanji, akan memproses para pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Astaghfirullah! Ratusan Guru Agama di Kendari Tidak Pintar Baca Alquran

“Percayakan kepada kepolisian untuk memproses para terduga pelaku sesuai aturan hukum,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tujuh pelaku disangkakan pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun maksimal 15 tahun penjara.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here