Pongasi, Pemicu Utama Bentrok Dua Kelompok Pemuda di Puuwatu

553
Barang bukti bentrokan berdarah di Puuwatu diamankan Polres Kendari.

Kendari, Inilahsultra.com – Minuman keras jenis pongasi, disebut sebagai pemicu ketersinggungan hingga betrokan dua kelompok pemuda di Jalan Prof M Yamin, Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Minggu 07 Juli 2019 beberapa hari lalu.

Kejadian berawal dari seorang kelompok berjumlah lima orang sedang membeli rokok di warung. Dalam perjalanan ditegur oleh kelompok yang berjumlah kurang lebih 10 orang. Ketika itu, permasalahan tidak terjadi. Usai membeli rokok, pemuda yang ditegur itu kembali kepada teman-temannya.

- Advertisement -

Setelah tiba, pemuda tersebut menyampaikan kepada rekan-rekannya berjumlah lima orang bahwa dia ditahan oleh sekolompok orang saat membeli rokok. Sehingga terjadilah pertemuan kedua kelompok ini. Saat itu sudah klir dan saling memaafkan.

Namun dari salah satu kelompok itu, melakukan penyerangan karena adanya kesalahpahaman (tersinggung).
Perkelahian kedua kelompo ini tak terhindarkan.

                       

Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi mengatakan, dua kelompok pemuda ini sudah dalam pengaruh minuman keras (keras) tradisional jenis Pongasi.

“Bentrok itu menyebabkan satu orang meninggal dunia yakni Laode Muh Jidin (23),” jelas Jemi Junaidi.

Mantan Kapolres Konawe ini melanjutkan, pascakejadian itu, Polsek Mandonga dibantu Buser 77 Satreskrim Polres Kendari, berhasil mengamankan 14 orang. Dari 14 orang yang diamankan, 7 dinyatakan sebagai tersangka.

“Masih ada tersangka lain, saat ini kami masih melakukan pengejaran,” ucap Jemi Junaidi, di hadapan awak media, Senin 8 Juli 2019.

Jemi menyebut, tujuh yang dinyatakan sebagai tersangka yakni, Ramadhan alias Dadang (29), Ahmad (31), Eksantri alias Kumkum, M (17), Muhammad Safrudin alais Udin, Slamet Abdulah (24) dan Nazamudin (23). Mereka ditangkap secara terpisah-pisah dibilangan Puuwatu.

Baca Juga :  Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sultra

“Selain tersangka, kamu juga mengamankan barang bukti motor, dua buah parang, satu gir motor, satu badik, 1 buah handphone milik korban yang diambil oleh tersangka dan empat kayu yang digunakan saat insiden itu terjadi,” jelasnya.

“Ini murni kriminal atau kenakalan remaja, jangan disangkutpautkan dengan isu sara. Kepada keluarga korban dan masyarakat agar kasus ini percayakan kepada kepolisian. Kami berjanji, akan proses para pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku,” imbaunya.

Informasi yang dihimpun media ini, perkelahian kedua kelompok pemuda
salah satunya kalah jumlah, saat itu Laode Muh Jidin, sempat melarikan namun ia terjatuh sehingga korban jadi sasaran.

Korban, seempat dilarikan di Rumah Sakit Bhayangkara dan mendapat perawatan medis. Namun, sekitar pukul 02.38 WITa, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Selain itu, Arfansyah mengalami luka robek pada bagian lengan kiri dan kanan, leher belakang serta punggung. Saat ini berada di Puskesmas Puuwatu dengan kondisi sadarkan diri.

Selain itu, Safruddin mengalami luka robek pada lengan tangan kanan dan saat ini berada di Puskesmas Puuwatu dengan kondisi sadarkan diri.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...