Dituding Banyak Penyimpangan Kelola DD, Kades Matombura Membantah

520

Raha, Inilahsultra.com-Kepala Desa Matombura Kecamatan Bone Kabupaten Muna, Alias dituding banyak penyimpangan serta tidak transparan dalam mengelola Dana Desa (DD).

Tudingan itu dilontarkan puluhan Aktivis Pemerhati Desa Muna saat berunjuk rasa di Kantor DPRD Muna, Senin 8 Juli 2019.

- Advertisement -

Bukan hanya satu desa yang disuarakan aktivis itu, tapi ada dua desa lainnya yang dinilai banyak penyimpangan. Yakni Desa Labaha, dan Desa Kulidawa Kecamatan Tongkuno Selatan.

Melalui Koordinator aksi, Verdin Barakati menguraikan, tiga desa yang ada di Kabupaten Muna ini diduga telah melakukan praktek kotor dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sebab, pengelolaan keuangan desa terkesan tertutup dan tidak transparan kepada masyarakat.

Menanggapi persoalan itu, Kades Matombura, Alias saat menghubungi jurnalis Inilahsultra.com, Selasa 9 Juli 2019, membantah tudingan yang dilontarkan sejumlah aktivis tersebut.

Menurut dia, dalam pengelolaan DD mulai dari 2015 hingga 2019, telah sesuai mekanisme. Hal ini, ujarnya sebelum pelaksanaan kegiatan melakukan rapat bersama masyarakat dengan dihadiri Camat Bone dan pendamping desa.

“Yang mempersoalkan pengelolaan DD yang kemudian dinilai tidak transparan, itu tidak berdasar sebab yang melakukan demo di DPRD setiap kali rapat walaupun diundang tidak perna menghadiri rapat. Ditambah lagi orator pendemo tidak pernah menghadiri rapat,” tuturnya.

Alias bercerita, sebelum melakukan orasi di DPRD Alias terlebih mengajak para demonstran untuk berdialog terlebih dahulu, guna menjelaskan dalam pengelolaan kegiatan yang mereka nilai tidak transparan.

“Kemarin saya mengajak mereka (Demonstran) untuk menjelaskan tentang kegiatan yang dinilai tidak transparan. Kalau mereka menilai fisik kegiatan yang dikerja tidak sesuai, maka nanti dicocokan data mereka biar tidak salah menduga tentang kegiatan,” tegasnya.

Terkait item kegiatan yang dipersoalkan, ialah pembuatan lapangan sepak bola yang dikerjakan pada tahun 2017 dengan ukuran 70×100 Meter. Kata dia, dalam RAB dengan anggaran Rp 300 juta lebih telah dikerjakan sesuai dengan proseduralnya.

“Tidak ada masalah dalam kegiatan lapangan sepak bola, malahan saya beruntang dalam menyukseskan pembuatan lapangan karena volumenya saya tambah 100×132 meter. Belum lagi dalam item kegiatan ini menganggarkan pembukaan lahan baru dan melakukan pondasi dengan ketinggian 2 meter sepanjang 100 meter,” ungkapnya.

Atas tudingan yang menjatuhkan dirinya, Alias berencana akan melaporkan para pendemo kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Muna.

Reporter : Iman

Editor      : Aso

 

 

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...