Penerapan PPDB Sistem Zonasi Dinilai Belum Siap di Sultra

122
Sudarmanto

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Sudarmanto menilai, penerapan sistem zonasi dalam pendaftaran peserta didik baru (PPDB) 2019 di Sultra cenderung dipaksakan.

Sebab, masih banyak kekurangan sarana dan prasarana sekolah yang ada di Sultra terkhusus di Kota Kendari.

- Advertisement -

“Melihat sarana pembelajaran siswa di tiap-tiap sekolah belum merata. Coba bandingkan fasilitas yang ada di SMAN 4 Kendari dan SMAN 1 Kendari dengan SMAN 9 Kendari atau SMAN 11 Kendari, padahal semua sekolah negeri yang ada dalam kota,” katanya, Selasa 9 Juli 2019.

Selain itu, fasilitas tenaga pendidik khususnya guru-guru yang memiliki kapasitas dan prestasi, rata-rata ditempatkan di SMAN 4 Kendari dan SMAN 1 Kendari sebagai sekolah favorit atau unggulan.

                       

“Menurut kacamata masyarakat Sultra terkhusus Kota Kendari sekolah yang terbaik itu cuma SMAN 4 Kendari dan SMAN 1 Kendari. Seandainya fasilitas kedua sekolah dimiliki juga SMA-SMA lain, saya rasa masyarakat akan menerima sistem zonasi ini kalau semua sekolah memiliki fasilitas seperti sekolah favorit,” katanya.

Ia mengaku, selama proses PPDB 2019, banyak keluhan dari orang tua peserta didik. Pasalnya, anaknya terancam gagal sekolah di SMAN 1 Kendari atau SMAN 4 Kendari.

“Jangan salahkan masyarakat kalau misalnya ada beberapa orang tua siswa yang mau menyekolahkan anaknya di dua sekolah SMAN yang terbaik di Kota Kendari ini,” jelasnya.

Politikus Partai NasDem ini menjelaskan, tidak masuknya peserta didik di sekolah favorit bisa berdampak tidak baik.

“Konsekuensinya akan mengurangi motivasi anak-anak untuk belajar lebih baik karena pintar dengan tidaknya bukan menjadi tolak ukur, tapi yang terpenting dekat dengan sekolah,” jelasnya.

Baca Juga :  Ragam Menu Andalan Terbaru PlazaInn Kendari

Untuk itu, ia menyarankan Dikbud Sultra memperhatikan dan memprioritaskan pemerataan sarana prasarana dan tenaga pendidik pada tahun 2020 nanti, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang merasa dirugikan.

“Sitem zonasi harus dipikirkan mulai hari ini baik mulai dari sarana dan prasarana maupun tenaga pendidikan dalam hal ini guru atau staf. Kalau yang tinggal di Mandonga jangan lagi ditempatkan di sekolah yang jauh seperti di SMAN 5 Kendari dan begitu pula sebaliknya,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...