Tim Sekretariat Kabinet dan Kementan RI Kunjungi Pilot Project Peremajaan Kakao di Koltim

85
Tim Sekretariat Kabinet RI dan jajaran Kementrian Pertanian melakukan kunjungan lapangan pilot project peremajaan komoditi kakao di Desa Tinente, Kecamatan Aere, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Rabu 10 Juli 2019.

Kendari, Inilahsultra.com – Tim Sekretariat Kabinet RI dan jajaran Kementrian Pertanian melakukan kunjungan lapangan pilot project peremajaan komoditi kakao di Desa Tinente, Kecamatan Aere, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Rabu 10 Juli 2019.

Kasubdit Tanaman Penyegar Kementrian Pertanian RI Hendratmojo Bagus Hudoro dalam sambutannya mengatakan, kunjungan ini untuk melihat langsung pelaksanaan kegiatan percontohan di Koltim.

- Advertisement -

“Dengan sentuhan-sentuhan yang kami berikan melalui pilot project ini secara teori dan konsep yang akan dibangun menjadi suatu pengungkit kesejahteraan rakyat,” kata Hendratmojo Bagus Hudoro.

Menurutnya, kakao bukan barang baru di Koltim. Sebab, sudah menjadi komoditas unggulan Kabupaten pimpinan Tony Herbiansyah itu.

                       

“Kakao sekarang sudah menjadi komoditas strategis nasional yang sangat seksi karena menjadi incaran dari negara-negara lain,” katanya.

Ia menyebut, negara lain kesulitan mencari dan mendapatkan produksi kakao. Sumbernya hanya dari Indonesia dan Pantai Gading di Afrika.

“Kita negara yang diberikan dengan kondisi tanah dan tanaman yang cocok untuk kakao. Jadi, mari kita gunakan kesempatan ini betul-betul mengangkat komoditas kakao ini menjadi satu pendorong atau motor menuju kesejahteraan,” jelasnya.

Mengingat pilot project ini sebagai percontohan, katanya, setiap kegiatan tidak ada yang berjalan sempurna tetapi dengan hal-hal dan hambatan di lapangan berjenjang bisa diselesaikan dan dipecahkan.

“Kami sangat berharap mudah-mudahan dalam jangka 5 tahun ini sudah bisa menjadi percontohan dan menjadi rujukan secara nasional,” jelasnya.

Untuk mewujudkan kesejahteraan petani, katanya, harus melalui suatu kelembagaan korporasi seperti kakao melalui perkebunan rakyat, dan dalam prestasi menunjukan 97 persen perkebunan kakao milik rakyat.

“Dengan ini kita bisa angkat kesejahteraan petani kakao yang berbasis kakao dan korporasi dan secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan petani kakao sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  DLH Persoalkan Pembangunan Sejuta Rumah di Buton

Di akhir sambutannya, Hendratmojo Bagus Hudoro mengungkapkan, kunjungan ini merupakan intruksi langsung Presiden Indonesia Joko Widodo.

Sementara itu, Bupati Kolaka Timur (Koltim) Tony Herbiansyah bererima kasih atas kepercayaan pemerintah pusat kepada Koltim sebagai percontohan pilot project kakao dari seluruh Indonesia.

“Saya harapkan kepada lembaga ekonomi masyarakat (LEM) jangan sia-siakan kepercayaan ini. Mungkin semangatnya tadi cuma sepuluh kali lipat dan kini bisa berpuluh-puluh kali lipat,” jelasnya.

Ia menjelaskan, lembaga ekonomi masyarakat adalah korporasi berbasis masyarakat yang bisa memajukan ekonomi secara mandiri.

“Ini sudah cukup maju dan baik. Dibuktikan dengan setiap anggota mengumpulkan dana Rp 1 juta. Saya kira ini bentuk wujud kemandirian dari lembaga ekonomi masyarakat dalam komoditas kakao,” katanya.

Ia mengatakan, dalam memajukan suatu program, harus ada keterpaduan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

“Ketika semua sumber-sumber dana bersatu maka muaranya adalah kesejahteraan masyarakat dan harus ditingkatkan aktivitasnya agar betul-betul bisa menunjukan sebagai pilot project,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...