Kementerian ESDM Buka Lelang Blok Suasua Kolaka Utara

66
Kementerian ESDM membuka lelang blok Suasua Kolaka Utara. (Scranshot Kementerian ESDM)

Kendari, Inilahsultra.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) membuka lelang untuk wilayah izin usaha pertambangan khusus (WIUPK) Blok Suasua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Lelang ini dibuka kepada badan usaha swasta yang ingin mengelola blok tersebut.

- Advertisement -

Pelaksanaan lelang WIUPK ini, mengacu pada keputusan Menteri ESDM nomor 24 K/30/MEM/2019 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri ESDM nomor 1788 K/30/MEM/2018 tentang pedoman Pelaksanaan, Persiapan, Penetapan dan Pemberian Izin Usaha Pertambangan dan Izin Usaha Pertambangan Khusus Mineral dan Batu Bara.

Pengumuman rencana lelang WIUPK ini tertuang dalam Nomor : 21.Pm/30/DJB/2019 dan dimuat di Website resmi Kementerian ESDM, www.esdm.go.id sejak 8 Juli 2019.

“Informasi lebih lanjut terkait tata cara pendaftaran, persyaratan untuk menjadi peserta lelang dan jadwal pelaksanaan lelang akan diinformasikan melalui pengumuman pelaksanaan lelang oleh Panitian Lelang WIUPK dalam jangka waktu 20 hari kerja sejak tanggal pengumuman ini,” tulis pengumuman Kementerian ESDM dikutip Inilahsultra.com, Kamis 11 Juli 2019.

Blok Suasua merupakan WIUPK dengan komoditas nikel dengan luas lahan 5.899 hektare (ha).

Blok ini merupakan bekas konsesi PT Inco atau sekarang bernama PT Vale yang dilepas kepada pemerintah.

Blok Suasua merupakan satu dari lima blok bekas Inco yang direncanakan akan dilelang oleh Kementerian ESDM.

Kelima blok itu adalah Blok Latao di Kolaka Utara, Suasua di Kolaka Utara, Maratape di Konawe Utara, Kolonodale di Morowali Utara, dan Bahodopi Utara di Morowali.

Adapun total eks lahan Vale yang dikembalikan kepada pemerintah mencapai 72.074,66 ha. Pengembalian tersebut berdasarkan kesepakatan yang tertuang dalam amandemen Kontrak Karya (KK) Vale yang diteken pada Oktober 2014.

Baca Juga :  Banjir Bandang, Satu Desa di Kolaka Utara Terisolasi, Sejumlah Rumah Hanyut

Dalam amandemen tersebut, Vale sepakat untuk mengurangi wilayahnya dari 190.510 ha menjadi 118.435 ha.

Jauh sebelum ditetapkan, memang sudah ada rencana hanya 30.309,48 ha yang akan ditetapkan statusnya menjadi delapan WIUPK untuk dikelola kembali. Sementara sisanya masih berstatus wilayah pencadangan negara (WPN).

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here