Kota Kendari Dapat Bantuan Bedah Rumah 290 Unit, Ini Daftarnya

1442
Ilustrasi. (Baritopost.com)

Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mendapatkan 290 batuan bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah maupun memiliki tempat tinggal namun tidak layak huni dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sekretaris Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari Mahmud Buburanda mengatakan, pemerintah kota saat ini sedang konsentrasi pembenahan kawasan kumuh dan rumah tidak layak huni.

- Advertisement -

“Pemerintah fokus melakukan bedah rumah tidak layak huni dan kita berikan fasilitas prasaranannya seperti jalan dan air bersih,” jelasnya.

Sebelum menyalurkan bantuan bedah rumah ini, lanjut mantan Plt Dinas PUPR Kota Kendari ini, terlebih dahulu melakukan verifikasi data masyarakat di dinas sosial, kecamatan dan kelurahan.

“Kita akan verifikasi betul jangan sampai orang yang mampu kita bantu dan orang yang tidak mampu tidak dibantu,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, adapun kecamatan dan kelurahan yang mendapatkan bantuan bedah rumah ini yaitu Kecamatan Mandonga di Kelurahan Alolama sebanyak 15 unit dan Kelurahan Anggilowu 15 unit.

Kemudian, Kecamatan Kendari Barat di
Kelurahan Punggaloba sebanyak 15 unit dan Kelurahan Sodohoa 15 Unit.

Untuk Kecamatan Poasia Kelurahan Anggoeya 15 unit. Di Kecamatan Abeli, terdapat di Kelurahan Todonggeu sebanyak 15 unit, Kelurahan Petoaha 50 unit dan Bungkutoko 50 unit.

Kemudian Kelurahan Mataiwoi, Wuawua, Boggoeya, Bende dan Wowanggu masing masing mendapatkan 20 unit dengan total bantuan bedah rumah kumuh atau rumah tidak layak huni sebanyak 290 unit.

“Untuk warga wajib memiliki sertifikat tanah sendiri atau akta hibah tanah dari keluarga. Jangan sampai tiba-tiba kita sementara melakukan renovasi datang keluarganya mempermasalahkan tanah tersebut. Jadi, kita harus betul-betul melakukan survei di lapangan agar tidak bermasalah,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap masyarakat melapor ke pemerintah apabila menemukam bantuan yang disalurkan ini tidak tepat sasaran.

“Kita di pemerintah kota keterbatasan mengkafer di seluruh area, laporan dan masukan dari masyarakat sangat kami butuhkan sekali,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...