Cerita Keluarga Soal Warga Mubar yang Meninggal Usai Lompat dari Kapal

8829
 

Laworo, Inilahsultra.com – La Hamuli (30), warga Desa Lapolea, Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat (Mubar), meninggal dunia usai terjatuh dari kapal Pelni, KM Tidar di sekitar Perairan Pulau Tiga Maluku, Senin 15 Juli 2019.

Kabar meninggalnya almarhum dibenarkan orang tuanya, saat jurnalis Inilahsultra.com menyambangi kediamannya di Desa Lapolea Kabupaten Muna Barat.

- Advertisement -

Orang tua korban, Wa Fia (60) mengaku, sudah mengetahui kabar duka itu dari anaknya La Iru, yang turut berangkat bersama almarhum.

Dari anaknya itu lah, informasi nahas diperolehnya. Hanya saja, kata Wa Fia, belum mengetahui jelas kronologi putranya itu melompat ke laut.

Ia menceritakan, anaknya berangkat dari rumahnya di Desa Lapolea pada 13 Juli 2019 menuju Pelabuhan Murhum Kota Baubau tujuan Manokwari dengan menumpangi KM Tidar.

“Dia mau merantau ke Manokwari. Mereka berangkat sebanyak 21 orang . Rencananya di sana mereka kerja kayu,” kata Wa Fia saat ditemui di rumahnya, Selasa 16 Juli 2019.

Janda delapan orang anak itu menjelaskan, dari 21 orang yang berangkat, termasuk La Uru. Nama terakhir dimaksud adalah kepala rombongan yang mengajak putranya bekerja di Manokwari untuk mengolah kayu.

“La Uru yang bawa mereka ke sana,” imbuhnya.

Ia menyebut, jenazah anaknya itu telah ditemukan usai ABK sempat melakukan pencarian.

Kabarnya, lanjut Wa Fia, jenazah putranya akan dibawa kembali ke Muna Barat melalui penerbangan pesawat.

“Posisi almarhum di Bandara Sudarso Ambon. Mau diterbangkan menuju Makassar (transit). Dari Makassar langsung Baubau. Diperkirakan tiba di rumah besok (Rabu) sore,” kata Wa Ifa Dangan raut wajah berkaca-kaca di tengah kerumunan keluarganya.

Jenazah akan ditemani oleh kaka kandungnya La Iru dan satu orang kerabat lainnya.

“Dua orang yang ikut pulang yaitu ipar dan kakaknya. Yang lainnya lanjut perjalanan di Manokwari,” bebernya.

Terkait biaya pemulangan jenazah almarhum, kata dia, ditanggung oleh kapal Pelni. Namun hanya sampai di Baubau.

“Lepas dari itu (dari Baubau ke Muna Barat) sudah kita biayai sendiri,” katanya.

Wa Ifa mengaku tidak ada tanda-tanda atau firasat buruk yang didapatnya sebelum putra ke tiga dari delapan bersaudara itu.

“Tidak ada tanda-tanda buruk yang saya dapat dengan kejadian yang menimpa anak saya. Tiga hari yang lalu waktu berangkat semua baik-baik saja,” tutup Wa Ifa.

Sementara itu, keluarga lainnya, Muhibi (29), menyayangkan pernyataan La Uru, memberikan informasi bahwa korban mengalami gangguan jiwa.

Ia menyebut, La Hamuli tidak mengalami gangguan jiwa. Ia menyebut, saat berangkat ke Manokwari, keadaanya baik-baik saja dan sehat.

Hanya saja, kata Muhibi, korban itu sebelumnya pernah mengalami kecelakaan, sehingga kurang jelas berbicara.

“Karena bermasalah di lidahnya. Jadi tidak betul itu kalau dia katakan gangguan jiwa. Dipastikan sehat. Karena almarhum pernah mengalami lakalantas jadi dikatakan gangguan jiwa itu tidak benar,” jelasnya.

Diberitakan, aksi La Hamuli terjatuh dari kapal terekam dalam video hingga viral di media sosial.

Peristiwa ini terjadi pada Senin 15 Juli 2019 sekira pukul 16.40 WITa.

KM Tidar bertolak dari Baubau menuju Manokwari. Namun, singgah buang sauh lebih dulu ke Pelabuhan Namlea. Setelah itu menuju ke Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Namun, dalam perjalanan antara Pelabuhan Namlea menuju Ambon, tepatnya di Pulau Tiga, La Hamuli beraksi.

Ia naik di dek atas sambil membuka pakaiannya hingga tersisa celana dalam.

Sebelum melompat ke laut, ia sempat teriak-teriak tak keruan. Beberapa penumpang sempat memintanya turun dan melarang untuk melompat.

Salah satu yang turut membujuknya turun adalah Arham, anggota navigasi Pelabuhan Namlea.

Korban kemudian mendekati Arham dan sempat memegang tangannya untuk turun.

Sayang, dikarenakan tubuh korban lebih besar dan pegangan Arham di besi kurang kuat, membuat keduanya jatuh bersama ke laut.

Beberapa penumpang di video itu tampak histeris.

Setelah ABK kapal mengetahui ada yang terjatuh, kapten kemudian balik arah ke lokasi tempat jatuhnya kedua penumpang untuk melakukan pencarian.

Dari dua korban, hanya La Hamuli yang ditemukan, itu pun sudah meninggal dunia. Sedangkan Arham, kabarnya sementara dalam pencarian tim SAR.

Penulis : Muh Nur Alim

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2232
Komentar
loading...