DPRD Minta Bupati Butur Hentikan Pembangunan AMP

996

Buranga, Inilahsultra.com – Polemik pembangunan Asphal Mixing Plant (AMP) milik PT Buton Karya Konstruksi kini mendapat tanggapan dari anggota DPRD Buton Utara (Butur) Rahman.

Dia mendesak agar Bupati Butur Abu Hasan segera menghentikan pembangunan industri pengolahan aspal yang diduga tidak memiliki izin tersebut.

- Advertisement -

“Saya minta kepada Bupati Butur untuk menghentikan pembangunan AMP tersebut karena diduga tidak memiliki izin,” ungkap Rahman saat dihubungi via telepon selularnya, Minggu 21 Juli 2019.

Menurut dia, tidak ada alasan bagi Bupati Butur Abu Hasan untuk melindungi investasi yang tidak mentaati peraturan di daerah ini. Pasalnya hal ini akan menjadi contoh yang tidak baik terhadap daerah.

“Investasi di daerah ini kita sangat inginkan. Tapi kalau investasi yang mengabaikan aturan di daerah ini, tidak boleh seperti itu,” tegasnya.

Rahman mendesak Bupati Butur Abu Hasan memerintahkan instansi teknis agar segera menghentikan pembangunan AMP milik PT Buton Karya Konstruksi. Sehingga tidak menimbulkan berbagai macam penafsiran yang tidak baik.

“Bupati tidak boleh menutup mata terhadap persoalan ini. Harus segera perintahkan instansi teknis untuk menghentikan pembangunan AMP itu. Bupati tidak boleh diam-diam seperti saat ini,” tegas Rahman.

Pembangunan AMP milik PT Buton Karya Konstruksi diduga belum mengantongi izin. Namun perusahaan tersebut terus melakukan aktifitasnya di Desa Eelahaji Kecamatan Kulisusu.

Parahnya, sejumlah instansi teknis seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) sudah melakukan kunjungan lapangan beberapa waktu namun aktifitas PT Buton Karya Konstruksi tak kunjung dihentikan.

Selain itu, pembangunan AMP tersebut juga menyalahi Peraturan Daerah (Perda) nomor 51 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Buton Utara (Butur).

Dalam RTRW menyebutkan, pembangunan industri pengolahan aspal terletak di Kecamatan Kulisusu Utara dan Kulisusu Barat, bukan Kecamatan Kulisusu.

Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...