Karena Sakit Hati, Seorang Pemuda di Buton Bakar Rumah Orang Tuanya

329
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Dendam dan sakit hati, LS (37) pria asal Desa Walompo Kecamatan Siontapina Kabupaten Buton membakar rumah dan motor milik orang tua dan saudara kandungnya sendiri. Ironisnya, pelaku berpura-pura tak tahu apa-apa didepan kerabatnya.

Kapolres Buton AKBP Andi Herman mengatakan, penangkapan pelaku tidak menunggu waktu lama pasca pembakaran rumah dan motor yang terjadi beberapa hari lalu.

- Advertisement -

Korban pembakaran tersebut masing-masing, kerabat pelaku sendiri yakni La Sandia (47) dan Wandori kakak pelaku, serta La Pokau (79) orang tua pelaku.

LS melakukan aksi nekat itu karena merasa sakit hati, lantaran korban tidak mendukung pelaku yang ingin mempertahankan rumah yang telah dibeli dari iparnya pada tahun 2007 lalu.

“Jadi pelaku ini sakit hati dan dendam kepada para korban, karena tidak didukung. Makanya nekat bakar rumah dan motor milik korban,” kata Andi Herman saat menggelar konfrensi pers, Senin 22 Juli 2019.

Kronologis awal, lanjut Andi, pada hari Rabu 17 Juli sekitar pukul 00.00 Wita pelaku membawa minyak tanah yang diisi dalam botol plastik dan menuju rumah La Sandia. Kemudian pelaku menyiram minyak tanah tersebut lalu berlari ke rumahnya dan berpura-pura tidur.

Pada pukul 02.30 Wita hari itu, LS menuju rumah La Sandia melihat motor kemudian di bakarnya.

“Selanjutnya pada hari Sabtu 20 Juli pukul 18.30 wita terjadi lagi pembakaran yang diduga dilakukan pelaku. Awalnya pelaku ke rumah La Pokao letaknya disamping rumah pelaku dengan membawa jerigen minyak tanah kemudian menyiram dan membakarnya, lalu pelaku lari ke jalan dan pura-pura meminta tolong,” ujarnya.

Kasus ini terungkap setelah mendengar keterangan beberapa saksi masyarakat yang berjaga di tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut Andi, saat kejadian pelaku berada di belakang rumah. Tidak jauh dari lokasi ditemukan barang bukti.

“Hasil pemeriksaan saksi dan anggota yang melihat kuat dugaan LS sebagai pelaku motifnya sakitnya,” beber Andi.

Dalam peristiwa itu, lanjut Andi, polisi mengamankan barang bukti jerigen dan tempat minyak tanah serta korek api.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 187 ke 1e KUHP ancaman 12 tahun penjara.

Selain itu, Andi juga menepis isu yang berkembang jika pelaku pembakaran berasal dari daerah lain.

“Pelaku tunggal tidak ada tersangka lain,” tuturnya.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...