Gugatan Golkar Dismissal, Jabatan Ketua DPRD Sultra Tetap Milik PAN

Abdurrahman Saleh
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutus perkara gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang dimohonkan Partai Golkar di Dapil Sultra V (Kolaka, Kolaka Utara dan Kolaka Timur).

-Advertisements-

MK memutus dismissal atau tak dapat lanjut pada sidang pemeriksaan pembuktian. Dengan putusan itu, maka posisi Ketua DPRD Sultra tetap milik Partai Amanat Nasional (PAN).

Sebelumnya, posisi PAN sebagai Ketua DPRD Sultra terancam dengan adanya gugatan Golkar di MK.

Berdasarkan hasil Pemilu 2019, PAN memperoleh 8 kursi. Sementara Golkar memiliki 7 kursi.

Bila gugatan Golkar dikabulkan oleh MK dan partai beringin itu menang, maka Golkar dan PAN sama-sama memiliki 8 kursi.

Dengan capaian kursi yang sama, Golkar berhak menduduki ketua DPRD karena menang perolehan suara atas PAN ada Pemilu 2019.

Namun, perkiraan ini pada akhirnya mentah ketika MK memutus dismissal perkara permohonan Golkar.

Terhadap putusan MK ini, Ketua DPW PAN Sultra Abdurrahman Saleh mengaku, dalam gugatan tersebut, PAN tidak ada masalah.

“Kan yang saling gugat adalah Golkar dan Gerindra. Kita tidak punya kepentingan atas gugatan itu,” kata Abdurrahman Saleh di gedung DPRD Sultra, Selasa 23 Juli 2019.

Meskipun pemohon punya bukti ada indikasi dengan PAN, namun kata Rahman, dapat dilihat langsung bahwa kerja keras calegnya cukup maksimal dalam Pemilu 2019 hingga menjadi partai dengan kursi terbanyak di DPRD Sultra.

“Kita bisa lihat sendiri berkat kerja keras dan ridho Allah,” katanya.

Ia menyebut, capaian dua periode PAN menduduki jabatan Ketua DPRD Sultra, merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus diemban maksimal.

“Ini bagian kepercayaan rakyat diberikan kesempatan memimpin pembangunan dengan tujuan kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan,” katanya.

Capaian PAN ini cukup prestisius mengingat “tsunami” politik yang menerpa partai berlambang matahari terbit itu.

Sejumlah kadernya diangkut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membuat pandangan bahwa PAN bakal redup di Sultra.

Namun, di tangan Rahman, PAN tetap menunjukkan eksistensi sekalipun diterpa prahara.

“Tidak ada carut untuk mencapai demokrasi kecuali dengan caranya sendiri.Politik yang baik adalah dari hari ke hari memperbaiki dirinya sendiri tentu tak lepas dari jantung rakyat sebagai daulat,” tuturnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...