Luncurkan Program ‘ASHIAP’ Pertamina Gandeng Jurnalis Kampanye Produk Bright Gas

Sales Executive LPG Pertamina Kendari, Arnaldo Andika Putra melaunching program ASHIAP pada acara Media Gathering Rabu 24 Juli 2019.
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – PT Pertamina menggandeng puluhan insan pers, cetak, elektronik dan online membantu kampanye gas non subsidi ‘Bright Gas’ di Kota Kendari. Program bertajuk Aksinya Himpunan Pers atau disingkat “ASHIAP” resmi dilaunching di Kendari pada ajang Media Gathering Rabu 24 Juli 2019.

Sales Executive LPG Pertamina Kendari, Arnaldo Andika Putra melalui program ASHIAP, PT Pertamina menggandeng jurnalis menghimpun data pengusaha rumah makan atau restoran beromset besar di Kota Kendari yang masih menggunakan gas 3 kilogram.

Data ini selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan sasaran sosialisasi penggunaan Bright Gas atau gas non subsidi bagi PT Pertamina dan Pemerintah Kota Kendari.

Langkah ini sengaja diambil untuk menekan penyalahgunaan elpiji subsidi yang marak di kalangan pelaku kecil/UMKM.

“Jadi jurnalis membantu mendata sektor usaha yang masih pakai gas 3 Kg. Data ini kemudian jadi rujukan untuk sosialisasi Pertamina dan Pemkot Kendari dalam rangka kampanye gas nonsubsidi. Kita mengarahkan mereka beralih ke Bright Gas karena Elpiji 3 Kg jelas peruntukkan hanya untuk rumah tangga dan usaha kecil. Wartawan cukup mendata nama usaha, foto dan perkiraan omset harian, Pertanian dan Pemkot yang akan datang sosialisasi,” urai Aldo panjang lebar.

Meski program gas subsidi telah lama diluncurkan, faktanya penyahgunaan tabung hijau masih cukup tinggi. Kata dia, gas subsidi sejatinya hanya diperuntukkan bagi penggunaan rumah tangga plus sektor usaha mikro.

Hal itu sesuai Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 104 Tahun 2007 Tentang Penyediaan Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG Tabung 3 Kg Pasal 3 Ayat 1. Di situ disebutkan selain kalangan rumah tangga, usaha mikro bisa menggunakan tabung gas ‘melon’.

Kebijakan ini juga telah diperkuat Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 38 Tahun 2015 tentang Pengawasan Pendistribusian LPG Tabung 3 KG di Sultra. Pada Pasal 4 menyebutkan
“Konsumen pengguna LPG tabung 3 Kg adalah : Rumah tangga dan
usaha mikro.”

Sayang, toleransi pemerintah terhadap pelaku UMKM banyak disalahgunakan. Kalangan pelaku usaha rumah makan skala besar diakui Pertamina paling banyak menyedot kuota gas subsidi yang seharusnya menjadi hak masyarakat miskin dan pengusaha mikro.

Usaha mikro sendiri bisa dilihat dari dua sisi yakni omset (penghasilan bruto) dan nilai aset. Kata Aldo, pedagang atau pengusaha rumah makan yang memiliki omset maksimal Rp 300 juta pertahun atau mereka yang mengantongi penghasilan kotor harian dibawah angka Rp 830 ribu atau Rp 1 juta masih boleh menggunakan gas subsidi pemerintah.

Selebihnya wajib beralih ke jenis gas non subsidi atau produk Bright Gas Pertamina.

Demikian juga untuk sektor usaha yang memiliki nilai aset maksimal Rp 50 juta (di luar tanah dan bangunan tempat usaha), lanjut Aldo, masuk dalam kategori usaha mikro yang layak mengonsumsi gas 3 Kg.

“Sebagian besar sektor usaha yang banyak gunakan gas adalah rumah makan atau restoran. Jadi bisa dilihat saja dari penghasilan kotornya dan assetnya. Jika di atas Rp 900 ribu perhari atau Rp 1 juta tidak boleh lagi pakai gas subsidi mesti beralih ke tabung besar/non subsidi ,” ujarnya.

Aturan tersebut, lanjut Aldo merunut UU RI Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah BAB IV Pasal 6.

Program ASHIAP diharap mampu menggenjot penggunaan elpiji non subsidi di kalangan pelaku usaha. Sekaligus pula menekan penyalahgunaan gas non subsidi.

“Gas Elpiji Bright Gas Pertamina sekarang tersedia dalam tiga jenis, 12 Kg, 5,5 Kg dan kemasan botol mini 220 gr yang bisa dipakai untuk kompor portable atau disebut Bright Gas Can. Bright Gas ini punya banyak keunggulan. Diantaranya, dari sisi savety dua kali lebih aman dari yang non subsidi, teknologi velve ganda dan sekarang bright gas melayani pengantaran langsung ke customer cukup melalui call center 135,” urai Aldo panjang lebar membeber keuntungan penggunaan tabung Bright Gas.

Penulis : Siti Marlina

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry