Terperiksa Kasus TPI Wameo Diperas Pakai Nama Kajari

188
 

Baubau, Inilahsultra.com – Penyidikan kasus dugaan korupsi retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wameo Kota Baubau terus berproses di Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau.

Penyidik Kejari Baubau memastikan penanganan kasus yang merugikan negara sekira Rp 300 juta itu tidak akan berhenti dan prosesnya akan terus berjalan hingga tuntas.

- Advertisement -

Namun, seiring berjalannya proses penyidikan, tidak sedikit para saksi yang sudah dimintai keterangan diteror menggunakan telepon oleh orang yang tidak dikenal.

Bahkan, sang penelpon misterius tersebut mengaku berasal dari Kejari Baubau dan meminta sejumlah uang.

“Ada yang mengatasnamakan Kajari dengan meminta uang ke pihak yang pernah kita periksa,” ujar Kasi Pidsus Kejari Baubau, La Ode Rubiani.

Sejauh ini, lanjut Rubiani, terperiksa yang mendapat telepon pemerasan merupakan pegawai yang bekerja di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Baubau.

“Sudah tiga orang yang ditelpon. Saya juga sudah koordinasi dengan Polda terkait nomor-nomor yang menelpon para terperiksa ini,” tukasnya.

Rubiani memastikan penelpon misterius tersebut bukan berasal dari Kejari Baubau. Tetapi berasal dari orang yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan Kejari.

“Jangan dilayani (jika ditelepon). Sebaiknya konfirmasi ke kita (Kejari) langsung,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Yasir
Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...