Keluarga Bantah Aditia Ada Hubungan Spesial dengan Achfi Suhasim

549
 

Kendari, Inilahsultra.com – Keluarga almarhum presenter TVRI Sulawesi Tenggara (Sultra), Abu Saila alias Aditia (55) membantah beberapa pemberitaan media terkait adanya hubungan spesial antara korban dengan pelaku pembunuhan Achfi Suhasim (29).

Bukan hanya itu, keluarga almarhum juga membantah kalau Aditia yang lebih dulu menelpon pelaku.

- Advertisement -

“Padahal pelaku sendiri yang duluan menelpon almarhum,” kata istri almarhum Aditia, Yuliati Yunus (50), Rabu 31 Juli 2019.

Ia menyebut, tudingan adanya hubungan spesial korban dan pelaku tidak benar.

“Apa yang diucapkan pelaku bohong besar, kita sudah berduka difitnah lagi,” kesalnya.

Ia menjelaskan, pada saat menjelang Magrib, pelaku menelpon almarhum. Saat itu, almarhum menjawab telepon dan mengatakan akan melaksanakan salat Magrib.

“Saya dan anak saya mendengar itu, suami saya saat itu baru pulang dari berenang di Wonua Monapa. Itu kegiatan rutin dilakukan. Setelah sampai di rumah, suami saya menerima telepon diduga dari pelaku ini,” terang Yuliati.

Usai melaksanakan salat Magrib, almarhum lanjut mengaji dan berzikir. Hal ini dilakukannya setiap hari.

Usai mengaji, almarhum pamit keluar untuk membeli pulsa listrik dan membayar WiFi.

“Waktu almarhum suami saya pamit, saya lagi sementara makan,” jelasnya.

Namun, sejak kepergiannya itu, almarhum tak kunjung pulang hingga tengah malam.

Yuliati pun mulai prihatin dan gelisah. Dengan kondisi panik, Yuliati berusaha menghubungi almarhum namun nomornya sudah tidak aktif.

“Semua keluarga berusaha mencari, dibantu pak RT. Tetapi kita tidak temukan dan akhirnya kita melaporkan di Polsek Baruga sekira pukul 00.00 WITa saat itu,” tuturnya.

Keesokan harinya, keluarga masih berusaha mencari almarhum, tetapi pencarian itu tak membuahkan hasil. Lalu melaporkan kembali di Polres Kendari.

“Suami saya orang baik, sangat baik. Dan sangat menyayangi keluarga, anak-anaknya serta saudaranya. Sama siapa pun almarhum terbuka, pergaulannya dari kalangan bawah hingga kalangan atas dan tidak membeda-bedakan orang,” katanya.

Ia bilang, semua teman-teman almarhum pasti diketahuinya karena almarhum selalu memperkenalkan. Namun pelaku yang merenggut nyawa suaminya itu, sama sekali ia tidak kenal.

“Saya minta kepada kepolisian agar pelaku dihukum seberat-beratnya, sesuai undang-undang yang berlaku. Sifat suami saya orangnya suka memberi dan menolong,” tuturnya.

Sementara itu, pengacara keluarga korban, Muhammad Fitriadi SH menuturkan, pihaknya mempercayakan sepenuhnya kepada kepolisian untuk menangani kasus tersebut.

“Mewakili keluarga korban, semoga kasus ini segera dilimpahkan ke kejaksaan,” harapnya.

Menurutnya, jika ada keterlambatan dalam penanganan perkara ini, ia maklum masih dalam koridor ketentuan hukum. Sebab, polisi masih mengumpulkan barang bukti lain agar bisa mengungkap motif sebenarnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...