Dikendalikan Napi, Oknum Sipir Enam Kali Seludupkan Narkoba ke Lapas Kendari

462
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara Muslim.

Kendari, Inilahsultra.com – Kaharuddin alias Kahar (34) tak bisa mengelak saat ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara (BNNP) di kediamannya di Jalan Brigjend Majid Joenoes Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Selasa 30 Juli 2019 sekira pukul 13.00 WITa.

Petugas menemukan narkoba jenis sabu-sabu dan ganja. Mirisnya, Kaharuddin alias Kahar merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) bertugas sebagai sipir di Lapas Klas IIA Kendari.

- Advertisement -

Bukannya mengamankan, malah oknum sipir itu menjadi orang suruhan atau dikendalikan oleh narapidana (napi) kasus narkoba yang dipenjara di Lapas Klas IIA Kendari yakni, Arman dan Talis.

Kepala Divisi Pemasyarakatan
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara Muslim membeberkan, penangkapan oknum sipir itu berawal dari penyitaan handphone yang dimiliki oleh napi. Hp milik napi, langsung diberikan kepada Kalapas Klas IIA Kendari, Abdul Samad Dama.

“Dari Hp milik narapidana itu, petugas BNNP Sultra berhasil mengamankan oknum sipir tersebut beserta barang buktinya,” ucap Muslim saat ditemui di ruangannya, 31 Juli 2019 kemarin.

Muslim mengaku, penangkapan Kahar berdasarkan hasil kerjasama antara BNNP Sultra dengan Lapas Klas IIA Kendari. Barang haram itu rencananya akan dimasukan di Lapas Kendari. Namun digagalkan oleh petugas BNNP Sultra.

“Tentunya, dengan ditangkapnya oknum sipir ini. Kami akan menggelar Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap Kahar,” terangnya.

Dari pengakuan Kahar, ia sudah enam kali memasukan narkoba di Lapas. Barang haram itu dimasukkan saat waktu piket atau jaga pelaku.

“Kami sudah menonaktifkan sementara dan kami akan memproses sesuai prosedur,” akunya.

Senada dengan itu, Kapala Lapas Klas IIA Kendari, Abdul Samad Dama berharap dengan kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi pegawai lainnya agar tidak terlibat dengan narkoba karena dampaknya berisiko tinggi.

“Ini bukan kesalahan pihak Lapas, tapi oknum pegawai sendiri yang menjerumuskan dirinya,” tutupnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Inilahsultra.com, dari tangan sipir Lapas itu, petugas BNNP Sultra temukan 1 (satu) bungkus plastik bening yang berisi kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto 14 gram dan 1 (satu) bungkus plastik bening yang berisi ganja yang diduga Narkotika dengan berat Brutto 16 gram.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...