Gelapkan Uang Titipan Ratusan Juta, Oknum Polisi di Polda Sultra Diberi Sanksi Pindah Tugas

1590
 

Kendari, Inilahsultra.com – Oknum anggota polisi yang bertugas di Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Bripka FH dilaporkan telah menggelapkan uang Rp 900 juta.

Akibat perbuatannya, Bripka FH diberi sanksi berupa pemindahan tugas dari kesatuan Direktorat Intel (Dit Intel) Polda Sultra ke bidang Pelayanan Markas (Yanma).

- Advertisement -

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt mengatakan, dalam kasus ini FH melakukan penggelapan uang milik seorang warga senilai Rp 900 juta.

Terduga pelanggar pernah menangani berkas perkara dengan Laporan Polisi : LP/313/1X/2012/SPKT Polda Sultra, tanggal 20 September 2012 tentang dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Bripka FH ini pernah menerima uang titipan sebesar Rp 900 juta dari saudara Datu Arjun untuk diserahkan kepada saudara Arvan Yunus.

Namun, Bripka FH hanya menyerahkan Rp 200 juta kepada Arvan itu pun dengan sistem berbunga 20 persen dengan potongan sebesar 40 juta. Dari potongan bunga itu, Arvan hanya menerima Rp 160 juta.

Uang tersebut diketahui telah digelapkan setelah adanya fotokopi kwitansi Rp 900 juta dari Datu Arjun ke Arvan Yunus. Namun, uang yang diserahkan hanya Rp 160 juta.

Tanda tangan Arvan pun diduga telah dipalsukan oleh oknum polisi tersebut.

“Proses sidang kode etik pun dilaksankan pada Kamis, 1 Agustus 2019, di ruang sidang Bidang Propam Polda Sultra,” terang Harry, Senin 5 Agustus 2019.

Berdasarkan hasil putusan sidang kode etik yang dilaksanakan oleh Bidang Propam Polda Sultra, Bripka FH terbukti bersalah dan diberi sanksi dipindahtugaskan ke fungsi berbeda yang bersifat demosi selama tiga tahun pada di Yanma Polda Sultra.

Atas perbuatannya, pelaku melanggar pasal 14 ayat (1) huruf b PP RI Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri dan Pasal 7 ayat (1) huruf c Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...