La Bakry Akui RSUD Buton Masih Perlu Pembenahan

51
RSUD Buton nenggelar syukuran karena berhasil meraih akreditasi Madya Bintang Tiga, Senin 5 Agustus 2019.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton menggelar syukuran atas akreditasi Madya Bintang Tiga, Senin 5 Agustus 2019. Akreditasi itu diberikan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) beberapa waktu lalu.

Bupati Buton La Bakry mengatakan, untuk mendapatkan akreditasi tersebut butuh perjuangan.

Advertisements
- Advertisement -

“Terima kasih kepada seluruh jajaran RSUD Buton yang sudah bekerja keras mudah-mudahan tiga tahun kedepan dapat naik peringkat menjadi paripurna,” ujarnya.

Kata dia, harapan RSUD Buton untuk bisa dijadikan pilihan pertama semua tergantung pelayanan dan kemampuan memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

“Kedepan agar keluarga pasien tidak bergerombol di lorong rumah sakit kita akan siapkan rumah singgah juga empat ruang vip agar bisa dimanfaatkan,” paparnya.

Pada masa persiapan, La Bakry menceritakan, sempat kuatir. Namun setelah dilaporkan perkembangannnya, kerja keras RSUD Buton selama enam bulan dapat membuktikan kepada KARS jika RSUD Buton layak diakreditasi.

“Masih banyak yang perlu dibenahi. Namun secara perlahan alhamdulillah sedikit-sedikit dapat dibenahi. Mudah-mudahan RSUD Buton jadi pilihan satu-satunya bagi masyarakat Kabupaten Buton, tanpa harus dirujuk keluar Buton lagi,” harapnya.

La Bakry menyadari, tenaga dokter umun dan spesialis masih kurang. Makanya, dalam berbagai acara di Kementerian Kesehatan selalu disampaikan dan diminta agar diberikan tambahan tenaga dokter.

Direktur RUSD Buton Ramli Code mengatakan, sertifikat dari KARS belum bisa diserahkan. Pasalnya IPAL belum keluar dari Dinas Lingkungan Hidup.

“Hasil akreditasi RSUD Buton mendapat Madya Bintang Tiga,” paparnya.

“Kabar baiknya juga 12 RSUD di Sultra direkomendasikan turun kelas dan Alhamdulillah RSUD Buton terhindar. Namun ini tantangan berat apalagi saat ini SDM tenaga medis hanya 19 orang berstatus PNS. Sehingga dibantu tenaga magang 100 orang,” tambahnya.

Baca Juga :  Gaji Honorer RSUD Muna Akan Terbayar pada APBD-Perubahan 2018

Dia berharap, pengembangan SDM RSUD Buton akan terus ditingkatkan. Salah satunya dengan memberikan pelatihan kepada petugas rumah sakit.

“Kami punya cita-cita RSUD jadi pilihan pertama masyarakat Buton, bukan di RSUD lain,” tuturnya.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...