Mantan Pj Bupati Buteng Jadi Tersangka Kasus ADD

1107

Baubau, Inilahsultra.com – Mantan Pj Bupati Buton Tengah (Buteng), MA (Inisial) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan jabatan dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Buteng tahun 2015.

MA ditetapkan tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang dilaksanakan di Polda Sultra 3 Juli 2019, sesuai dengan alat bukti keterangan saksi 67 Kades, 67 bendahara desa, pihak swasta dan pejabat Pemkab Buteng yang mengetahui peristiwa tersebut.

- Advertisement -

Termasuk, saksi ahli dari BPKP serta adanya barang bukti yang dikumpulkan penyidik yang sudah memenuhi alat bukti sesuai pasal 184 KUHAP tentang kecukupan alat bukti.

“Peserta gelar sepakat menetapkan MA sebagai tersangka,” tutur Kasat Reskrim Polres Baubau, AKP Ronald Arron Maramis, Rabu 7 Agustus 2019.

                       

Selain MA, yang ditetapkan sebagai tersangka adalah YA yang merupakan pelaksana Bimtek dan pengadaan software P3SDM.

Dijelaskan, MA mengusulkan kegiatan bimtek dan pengadaan software dengan melaksanakan rapat bersama YA.

Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa setiap desa untuk kepentingan pelaporan dilaksanakan bimtek dan pengadaan software dengan biaya Rp 16 juta perdesa.

Namun, hal tersebut tidak sesuai dengan rencana kegiatan desa yang melalui usulan dalam Musrenbang yang artinya kegiatan tersebut tidak pernah dibahas dan diusulkan dalam rapat desa.

“Out Put kegiatan tersebut tidak ada manfaat karena tidak bisa difungsikan atau dimanfaatkan. Kegiatan tersebut menelan biaya secara keseluruhan 67 desa sebesar Rp 1.072.000.000,” ujarnya.

Diketahui, tahun 2015 lalu Pemkab Buteng mengalokasi ADD dari APBD Buteng senilai Rp 82 juta per desa dalam satu tahun anggaran. Adapun pencairannya dibagi dua tahap, yakni tahap satu sebanyak Rp 32 juta dan tahap dua Rp 50 juta.

Baca Juga :  Mobil Wartawan Butur Dirusak, Jejak Dua Pria Bermotor Ditelusuri

Berdasarkan hasil audit BPKP Sultra, kerugian negara dari kegiatan tersebut sebesar Rp 786 juta.

Akibat perbuatannya, MA dan YA disangka dengan Pasal 2 dan pasal 3 UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Tipidkor Junto Pasal 55 ayat 1 (1) KUHP dengan pidana penjara Minimal 4 tahun dan Maksimal 20 tahun dan denda minimal Rp 200 juta, maksimal Rp 1 miliar.

Reporter: Muhammad Yasir
Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...