Penjelasan Bank Sultra soal Dugaan Kredit Macet Ishak Ismail

2414
Hayati Hasan didampingi Dino Morlan Gobriyas saat memberikan keterangan pers

Kendari, Inilahsultra.com – Bank Sultra tidak memperpanjang kredit Ishak Ismail karena ada dugaan permainan antara pegawai Bank Sultra dengan debitur (Ishak Ismail).

Dugaan permainan itu terkait dengan pembayaran termin Ishak Ismail yang tidak dipotong oleh pegawai bank plat merah itu. Padahal aturannya, setiap termin yang masuk, harus dipotong sekian jumlahnya sesuai dengan aturan perbankan.

- Advertisement -

Kepala Bagian Pemasaran Kredit Kantor Pusat Bank Sultra Dino Morlan Gobriyas menjelaskan, Ishak Ismail telah mengambil kredit modal kerja konstruksi di Bank Sultra dengan plafon Rp 30 miliar.

Namun, Ishak baru menarik Rp 21,9 miliar untuk membiayai beberapa proyeknya di Sultra.
Harusnya, masih ada tersisa kurang lebih Rp 8 miliar lagi untuk ditarik Ishak dari total plafon yang dikontrakkan. Hanya saja, karena ada dugaan tidak dipotongnya termin yang masuk, maka penarikkan terhadap Rp 8 miliar itu tidak dapat dilakukan karena keburu tidak diperpanjang kontraknya pada April 2019 lalu.

“Dalam aturan perbankan, kalau tidak diperpanjang maka macet kreditnya,” kata Dino, Kamis 8 Agustus 2019.

Ia menyebut, Ishak merupakan debitur Bank Sultra yang sering mengambil kredit dengan jaminan kontrak proyek yang diperoleh dari pemerintah selama ini. Selain itu, Ishak juga menjaminkan asuransi dan tanah serta bangunan.

Meski tidak dilanjutkan penarikkan atas sisa plafon yang diberikan, proyek Ishak Ismail tetap berjalan. Selain itu, Ishak juga rutin membayar termin sebagai tanggung jawabnya atas kredit yang diambil.

Terakhir, Ishak Ismail telah menyetor termin sebesar Rp 7,4 miliar. Dengan demikian, sisa utang atas kredit yang diambil tinggal sekitar Rp 14 miliar.

“Beliau komitmen untuk selesaikan seluruh utangnya ini dengan jaminan kontrak proyek,” bebernya.

Baca Juga :  Pemprov-Bank Sultra Bahas Mekanisme Transaksi Nontunai

Setiap tahun, kata dia, kontrak kredit modal kerja konstruksi selalu diperpanjang atau stand bay lond. Biasanya, plafon kredit yang diberikan sebanyak 50 persen dari total proyek yang dijaminkannya.

Jika Ishak Ismail mendapatkan plafon Rp 30 miliar, maka ia tengah mengerjakan proyek senilai Rp 60 miliar.

Lakukan Pemeriksaan Internal

Akibat dugaan tidak dipotongnya termin yang dibayarkan Ishak Ismail, berimbas pada pemeriksaan pegawai bank yang menangani kredit pengusaha asal Kota Kendari itu.

Plt Direktur Pemasaran Bank Sultra Hayati Hasan mengaku, salah satu pegawainya tengah diperiksa secara internal. Namun ia membantah bahwa pegawainya itu telah diberikan sanksi.

“Kredit 30 miliar tidak ada kejanggalan, hanya memang ada pemeriksaan di internal kami soal dugaan ada termin tidak terpotong,” katanya.

Ia juga menyebut, belum ada hasil dari tim pemeriksa internal terhadap masalah ini. Ia mengajak agar menjunjung asas praduga tak bersalah.

“Sekarang dalam pemeriksaan, tapi hasil finalnya belum ada. Memang terindikasi ada termin yang masuk tapi tidak dipotong. Diduga ada kesepakatan dari kedua belah pihak (pegawai bank dan Ishak Ismail),” jelasnya.

Meski kredit Ishak Ismail tidak dilanjutkan untuk sementara waktu, namun bukan berarti ke depannya penguasaha itu tak mendapatkan kredit lagi di Bank Sultra.

Jika seluruh kewajibannya berupa pembayaran termin dari sisa Rp 14 miliar itu lunas, maka tahun depan sudah bisa mendapatkan lagi kredit.

“Hubungan bank dengan debitur (Ishak Ismail) tidak ada masalah. Hanya tidak diperpanjang namun bisa dilanjutkan jika seluruh termin dibayarkan,” pungkasnya.

Terhadap hal ini, Ishak Ismail belum memberikan jawaban detil. Ia berjanji akan memberikan keterangan pers setibanya di Kendari.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here