Mobil Ambulans di Kota Kendari Akan Dipasangkan GPS

58
Pose bersama usai kegiatan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) evakuasi dan transportasi proyek perubahan PSC 119 'Si Tampan' Ambulans. (Istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com – Dinas Kesehatan Kota Kendari menggelar pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) evakuasi dan transportasi proyek perubahan PSC 119 ‘Si Tampan’ Ambulans di salah satu hotel di Kendari, Kamis 8 Agustus 2019.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai 8 Agustus sampai 9 Agustus 2019 yang dibuka langsung Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Kendari Nahwa Umar, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Rahminingrum dan paramedis di tingkat Puskesemas se-Kota Kendari.

- Advertisement -

Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Kendari Nahwa Umar mengatakan, pelatihan terhadap tenaga medis untuk ambulans sangat dibutuhkan di Kota Kendari. Selama ini, pemkot sudah punya ambulans, tapi kelengkapan dalam mobil masih jauh tertinggal dengan daerah lain.

Harusnya, pasien sudah lebih awal dirawat dalam mobil ambulans sebelum mendapatkan penanganan di rumah sakit atau puskesmas.

“Buat seperti di DKI Jakarta, ketika pasien menelpon dari rumahnya dan begitu dijemput sudah bisa dilakukan pelayanan di dalam ambulans itu sendiri sambil menuju tempat perawatan di rumah sakit atau puskesmas,” Jelas Nahwa Umar.

Menurutnya, dalam keadaan gawat darurat, harus dilakukan pertolongan pertama oleh tenaga medisnya termasuk sopir ambulans.

“Jadi, kelengkapan ambulans ini sangat dibutuhkan saat ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Rahminingrum menyebut, di setiap puskesmas di Kota Kendari terdari dari satu orang sopir dan dua orang petugas kesehatan.

Saat ini terdapat 24 mobil ambulans baik yang ada di puskesmas dan di kantor dinas kesehatan. Tahun ini rencananya ada tambahan dua unit ambulans.

Ia mengaku, semua mobil ambulans akan dipasangan alat pendeteksi lokasi berupa GPS agar bisa dilacak keberadaanya.

“Agar pelayanan ambulans lebih cepat, sigap, tepat, aman, profesional, dan sopan. Makanya kami menginginkan mobil ambulans ini betul-betul memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkot Kendari Akhirnya Bangun Posko Kesehatan untuk Korban Banjir di Lepolepo

Terkait pelatihan kali ini tentang peran sopir dan petugas kesehatan lainnya dalam menangani kegawatdaruratan pasien yang sakit jantung, paru, pendarahan, strok dan lainnya.

Bukan hanya keterampilan, petugas ambulans juga dituntut untuk sopan terhadap pasien.

“Jadi, kita harus melayani pasien dengan baik walaupun hanya di dalam mobil ambulans, kalau cara kita melayani mereka dengan baik, maka mereka akan merasa nyaman, dan bahagaian terhadap kita,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here