Pascasarjana Unsultra Kejar Peningkatan Akreditasi dan Tingkatkan Kualitas

86
Direktur Pascasarjana Unsultra Dr LM Bariun

Kendari, Inilahsultra.com – Pascasarjana Universitas Sulawesi Tenggara tengah mengejar peningkatan akreditasi yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Direktur Pascasarjana Unsultra Dr LM Bariun mengatakan, Fakultas Hukum Unsultra telah terakreditasi B dan Prodi Magister Hukum Unsultra berada di bawah naungan fakultas tersebut.

- Advertisement -

“Kita usahakan, sebelum selesai mereka (mahasiswa pascasarjana), sudah peningkatan terakreditasi. Ini yang sementara saya kerjakan sampai malam,” kata LM Bariun, Jumat 9 Agustus 2019.

Terhadap target akreditasi ini, lanjut Bariun, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Sementara ini, tinggal menunggu petunjuk dari BAN-PT hal apa saja yang masih kurang dalam pemenuhan akreditasi tersebut.

“Kita sementara berproses untuk peningkatan akreditasi. Jadi, akreditasi tidak gampang. Butuh proses yang panjang. Kampus lain saja harus menunggu sampai dua tahunan,” ujarnya.

Ia optimis, peningkatan akreditasi Prodi Magister Hukum Unsultra dapat diperoleh sebelum mahasiswa pascasarjana angkatan pertama selesaikan studinya.

Konsen Ilmu Pertambangan dan Kelautan

Jurusan Hukum Pascasarjana Unsultra fokus keilmuannya tentang hukum pertambangan dan kelautan. Hal ini sesuai dengan brand yang dipilih oleh kampus tersebut pada saat pengajuan di Kemenristek Dikti.

“Jadi beda brand antara UHO dan Unsultra. Kalau UHO tentang desa dan tata ruang dan kita di sini tentang pertambangan dan kelautan,” jelas Bariun.

Meski berbeda brand, kata dia, UHO dan Unsultra saling menunjang dalam peningkatan kualitas mahasiswanya.

Dosen yang mengajar di Unsultra, sebagian besar juga berasal dari UHO. Begitu pula dari UHO, ada juga dosen yang mengajar di Unsultra.

“Jadi kita bangun kemitraan,” ujarnya.

Ia mengaku, dipilihnya ilmu hukum pertambangan dan kelautan sebagai brand Unsultra sesuai dengan kondisi daerah di Sultra.

Baca Juga :  Customer Gathering Kalla Toyota : Hadirkan Artis Dewi Gita Hingga Banjir Diskon Menarik

Dimana, sumber daya alam (SDA) tambang di Sultra tengah gencar-gencarnya beroperasi. Khusus kelautan diambil karena wilayah Sultra kebanyakan pesisir.

“Jadi, pascasarjana tentang ilmu pertambangan dan kelautan di Sultra hanya ada di Unsultra. Kampus lain tidak boleh ambil. Itu sudah diatur. Masing-masing kampus beda brandnya,” tuturnya.

Sama seperti jurusan hukum di kampus lainnya lainnya, pasti akan diajarkan tentang pidana, perdata dan tata negara. Namun, ketiga cabang hukum ini, semuanya berbicara tentang pertambangan dan kelautan.

“Jadi ke depan, kita akan buat semacam studi hukum tentang pertambangan dan kelautan. Kita akan kerjasama dengan UHO. Kita sudah komunikasi dengan menteri untuk bisa memberikan kuliah umum atau seminar untuk menambah pengetahuan baru mahasiswa kita,” tuturnya.

Lahirkan Mahasiswa Berkualitas

Kampus Unsultra boleh dibilang kampus milik pemerintah daerah. Namun, pihak kampus akan terus meningkatkan kualitas mahasiswanya agar jika keluar nanti bisa mengaplikasikan keilmuannya di masyarakat.

Direktur Pascasarjana Unsultra LM Bariun mengaku, akan membentuk sebuah lembaga studi hukum pertambangan dan lingkungan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Pusat studi ini nanti akan mengkaji berbagai hal, termasuk fenomena kerusakkan alam dan bencana yang diduga disebabkan oleh aktitvitas pertambangan.

“Karena kita kemarin mendapatkan musibah banjir. Ini akan diriset secara akademik di Unsultra,” kata Bariun.

Pusat studi ini juga untuk meningkatkan kualitas para dosennya yang secara tidak langsung pengetahuannya dapat ditransfer ke mahasiswa pascasarjana.

“Output kampus itu tentunya tergantung dari pada indikator kualitas dosen. Kedua, mahasiswa itu sendiri berdasarkan disiplin ilmunya. Dari sisi itu, kita belum juga bisa bicara, tapi kita berupaya produk kampus ini berkualitas dan dapat bersaing,” jelasnya.

Menurut Bariun, selama ini, kampus Unsultra belum terlalu dilirik. Namun lambat laun, kampus ini sudah mewarnai iklim pendidikan di Sultra.

Baca Juga :  Kado HUT Pramuka ke-58, Ali Mazi Akan Bangun Bumi Perkemahan Skala Nasional

Buktinya, pada angkatan pertama lalu, mahasiswa pascasarjana-nya berjumlah 29 orang. Jumlah ini, kata Bariun cukup banyak bila dibandingkan dengan usia kampus yang baru seumur jagung.

“Kelihatan kita tidak lakukan sosialisasi masif, nyatanya angkatan pertama cukup banyak. Angkatan kedua sudah banyak pendaftar. Sekarang kita sudah 20 lebih,” tuturnya.

Ke depan, kata dia, untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa termasuk dosen, akan terus digelar seminar berskala nasional dengan menghadirkan pemateri andal.

“Kemarin kita hadirkan komisioner KPK untuk kuliah umum. Kita akan terus kembangkan kualitas mahsiswa ini ke depan,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Koreksi : Sebelumnya ditulis belum diakreditasi. Seharusnya, Prodi Magister Unsultra di bawah naungan Fakultas Hukum sudah terakreditasi B oleh BAN-PT. Sekarang, tinggal mengejar peningkatan akreditasi. 

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here