Rampas Ponsel Wanita dan Ajak Berhubungan Badan, Polisi Gadungan di Kendari Ditangkap

2199
Polisi gadungan saat diamankan di Polres Kendari.

Kendari, Inilahsultra.com – Abdul Kadir alias Pinggo (32) warga Jalan Anawai, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari harus berurusan dengan pihak Kepolisian Resor (Polres) Kendari.

Pasalnya, pria tersebut mengaku sebagai anggota polisi bertugas di Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kendari. Dia (pelaku) juga merampas uang dan handphone milik wanita berinisial LE.

- Advertisement -

Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi mengatakan, kejadiannya, Kamis 8 Agustus 2019 sekira pukul 19.00 WITa.

Tersangka datang ke rumah kos LE yang terletak di Jalan Piere Tendean, Keluarahan Baruga, Kecamatan Baruga dengan menggunakan mobil Toyota Avanza.

“Saat dia (tersangka) bertemu dengan korban, tersangka mengaku sebagai anggota polisi. Tersangka juga memberitahukan kepada korban bahwa korban ada ketarlibatan jaringan narkoba,” ucap Jemi Junaidi menirukan bahasa tersangka kepada korban saat itu, Sabtu 10 Agustus 2019 saat ditemui di Polres Kendari.

Lalu, tersangka menyuruh korban naik ke atas mobil. Setelah korban masuk di dalam mobil, tersangka langsung mengambil barang milik korban berupa handphone Vivo 1610 berwarna putih. Tak hanya itu, tersangka juga meminta sejumlah uang Rp 1 juta.

“Usai mengambil barang milik korban, tersangka membawa korban ke Jalan Empat Puluh, Kecamatan Baruga. Di dalam mobil tersangka juga meminta kepada korban untuk berhubungan layaknya suami istri. Namun korban menolak,” sambung Jimi Junaedi.

Saat korban menolak ajakan itu, tersangka langsung menganiaya korban dengan cara memukul dengan menggunakan tangan, tepat mengenai pada bagian muka korban.

“Setelah dianiaya, korban melarikan diri dan langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Kendari,” tuturnya.

Setelah polisi menerima laporan, Buser 77 Satreskrim Polres Kendari langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka. Selang beberapa jam kemudian tersangka berhasil ditangkap tanpa ada perlawanan dan langsung digelandang di Mapolres Kendari.

Baca Juga :  KPU Kabupaten/Kota Dilantik Dini Hari di Makassar

Atas perbuatannya tersangka disangkakan pasal 368 KUHP dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Penulis : Onno
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here