Sarung Buton Jadi Bendera Pemersatu Jemaah Asal Sultra di Makkah

2197
Sarung Buton yang digunakan sebagai bendera penanda kloter 25 asal Sultra di Makkah.

Baubau, Inilahsultra.com – Pelaksanaan ibadah haji 2019 sudah mencapai puncak. Para jemaah telah wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah dan melontar jumrah di Mina, Minggu 11 Agustus 2019.

Namun, ada kejadian menarik pada pelaksanaan puncak ibadah haji tersebut. Kejadian menarik tersebut berasal dari kloter 25 Sulawesi Tenggara (Sultra).

- Advertisement -

Dimana, sarung tenun Buton dijadikan bendera penanda dan pemersatu untuk jemaah asal Sultra yang melaksanakan kegiatan puncak haji tersebut.

“Kemarin itu saya sudah bikin bendera kloter 25 UPG, tapi tercecer waktu tawaf di Masjidil Haram. Terus kegiatan puncak haji bingung, tidak ada bendera penanda sebagai titik kumpul, akhirnya saya pakai sarung (sarung tenun Buton) shalat ku untuk bendera,” tutur TKHI 1440 Sultra, Asesy Nova Dewi Susanti di konfirmasi via whatsapp, Senin 12 Agustus 2019.

Ide memakai sarung Buton, lanjut dia, karena jemaah asal Sultra kebanyakan orang Buton. Selain itu, sarung tenun Buton sudah sangat dikenal di kalangan masyarakat Sultra.

“Karena sarung Buton pasti mudah dikenali oleh semua rombongan kloter 25 UPG yang banyak orang Buton,” tukasnya.

Kata dia, adanya bendera sebagai penanda merupakan sesuatu hal yang penting pada pelaksanaan puncak ibadah haji. Pasalnya bendera tersebut dijadikan titik kumpul.

“Satu kloter berjumlah 453 orang jemaah, dan manusia tak terhitung jumlahnya saat puncak haji dari seluruh belahan bumi. Makanya harus ada bendera penanda kloter,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Yasir
Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
7
Baca Juga :  Yayasan Al-Fath Kendari Buka Pendaftaran Pelatihan Metode Menghafal Al-Qur'an

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here