Ishak Pikir-pikir Tarik Uangnya di Bank Sultra

2899
ishak ismail

Kendari, Inilahsultra.com – Ishak kembali menegaskan bahwa, kreditnya itu tidak ada masalah. Semua berjalan baik dan normal. Bahkan, berkat dirinya, Bank Sultra bisa memperoleh keuntungan setiap tahunnya.

“Setoran bunga saya sebagai keuntungan BPD tiap tahun paling sedikit Rp 1,5 miliar. Tahun 2018 lalu, saya berikan keuntungan BPD sebesar Rp 2 miliar,” tuturnya.

Advertisements
- Advertisement -

Menurut Ishak, bank tanpa debiturnya, tidak akan bisa hidup. Terlebih, debitur macam dirinya yang setiap bulannya melunasi kewajiban atas kredit yang dipinjam.

“Itu pendapatan BPD itu dari debitur dan itu bisa membantu BPD bisa biayai operasionalnya. Selama 30 tahun saya di BPD tidak ada masalah. Nanti di zaman Ali Mazi ini tiba-tiba dipermasalahkan,” tuturnya.

Ia juga mengaku kecewa terhadap BPD (Bank Sultra) yang cenderung menelanjangi kredit nasabahnya tanpa ada perlindungan. Padahal, nasabah dilindungi oleh undang-undang perbankan.

Kondisi ini, kata Ishak, akan membuat ragu para debitur dan akan enggan menyimpan uangnya di Bank Sultra. Paling ekstremnya, nasabah akan ramai-ramai tarik uangnya dan pindahkan ke bank lain, swasta misalnya.

“Pasti ini BPD kalang kabut. Kalau bank sudah tidak lindungi nasabahnya hanya karena dugaan kepentingan politik pemerintahnya, maka semua debitur akan lari. Saya sudah ditelpon oleh teman-teman, mereka juga kaget, kok begitu pemerintah,” tuturnya.

Ishak menyebut, aroma politik cenderung kuat di balik pernyataan Ali Mazi yang meminta agar kejaksaaan mengusut masalah ini. Ia menganggap Ali Mazi terlalu reaktif hal yang tidak pahaminya.

“Saya sangat rugi dan seolah-olah saya larikan uang daerah padahal ini bisnis murni,” tuturnya.

Menurut dia, kepemimpinan Ali Mazi dan Nur Alam jauh berbeda dalam melindungi debitur yang memberikan sumbangsi pada pertumbuhan Bank Sultra.

Baca Juga :  Muldoko Hadiri Festival Nelayan dan Masyarakat Pesisir di Buton

“Pak Nur Alam itu adalah tokoh yang membesarkan BPD melalui pak Khaerul Saleh. Sekarang, BPD bisa mandiri dan bangun BPD tower.

Sekarang sudah menjadi PT dan siap-siap menjadi Tbk. Tapi kalau begini ceritanya, debitur jadi ketakutan masuk BPD karena tidak dilindungi tentang kerahasiaan transaksinya,” tuturnya.

Ishak menilai, pernyataan Ali Mazi cenderung ingin membunuh pengusaha lokal melalui pembunuhan karakter macam ini.

Padahal, kata dia, tidak ada hubungan antara dirinya dan Ali Mazi soal konflik proyek. Bahkan, ia mengaku, tidak ada satu pun proyek yang dikerjakannya di Pemprov Sultra.

“Memang saya tidak mau, karena saya sudah tahu, Ali Mazi sudah punya kontraktor asal Makassar”

Soal kredit macet, sebut Ishak, harusnya Ali Mazi meributkan kredit yang pernah diambil oleh salah satu pengusaha yang kerap mengerjakan proyek Ali Mazi semasa menjadi Gubernur Sultra periode pertama.

“Ada kasus lebih heboh, kredit macet Edi Lukisto dan Ali Mazi pernah rekomendasikan yang bangun tugu Sultra. Kredit itu melibatkaan BPD Jawa Timur. Kenapa dia tidak sebut itu,” pungkasnya.

Ia berjanji, terhadap seluruh kreditnya itu, akan melunasinya sesegera mungkin. Terhadap kredit itu, ia masih pikir-pikir untuk menarik uangnya di Bank Sultra.

“Saya ambil hikmah kejadian ini. Kontraktor tanpa kredit bisa ji. Karena kita difasilitasi uang muka. Jika debitur tarik diri, BPD bisa rugi. Dananya kan dari nasabah atau pihak ketiga. Kalau saya respon ini, maka kasian BPD. Karena ini jadi preseden buruk dalam dunia perbankan,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
8
loading...
             
Baca Juga :  Nelayan Wakatobi Belum Pulang Sejak Kemarin, SAR Turunkan Pencarian