Polda Sultra Tangkap Kurir Narkoba yang Dikendalikan dari Batam

467
Polda Sultra menangkap kurir narkoba yang dikendalikan dari Batam.

Kendari, Inilahsultra.com – Kurir narkoba antarprovinsi YC alias Y ditangkap oleh anggota Ditresnarkoba Polda Sultra di Bandara Halu Oleo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) beberapa hari yang lalu.

Pelaku membawa narkoba jenis sabu sebanyak 700,8 gram. Namun, sebelum barang haram itu diedarkan Ditresnarkoba Polda Sultra berhasil menggagalkannya.

- Advertisement -

Melalui press releasenya, Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol Satria Adhy Permana mengatakan, narkotika jenis sabu ini berasal dari Batam, dibawa oleh seseorang melalui penerbangan udara menuju Makassar sebanyak 1 kilogram.

“Setelah sampai di Makassar, sabu itu diterima oleh YC. Sabu 1 kilogram itu dipecah, 250 gram ditempelkan di Makassar dan 768 gram dibawa di Kendari. YC ditugaskan oleh bandar dari Batam untuk dibawa di Kendari,” terang Satria Adhy Permana, Selasa 13 Agustus 2019.

Pengungkapan kasus ini, kata dia, berawal dari informasi yang diterima dari masyarakat bahwa akan terjadi peredaran narkoba di Sultra. Lalu, pihaknya melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi dan berkoordinasi dengan pihak bandara bahwa ada penumpang yang membawa narkoba.

“Saat itu, YC akan menggunakan taksi. Tetapi langsung dicegat oleh anggota Subdit III Ditresnarkoba yang dipimpin oleh AKBP La Ode Kadimu,” terangnya.

Sebelumnya, YC sudah menghubungi bagian gudang (penyimpanan narkoba) bernama Sudarianto, untuk bersiap menerima barang tersebut.

“Dari pengakuan Sudarianto, ia bekerja sebagai honorer di Universitas Halu Oleo,” tuturnya.

Dari hasil interogasi petugas, YC mengaku, membawa narkoba sudah yang ketiga kalinya. Pertama 300 gram, kedua 400 gram, ketiga 758 gram. Setiap 1 gram diupah Rp 20 ribu.

“Kami juga sudah berkoordinasi di Batam dalam bentuk komunikasi, tetapi mereka ini menciptakan sistem sel. Jika ada dari mereka ditangkap, maka pengendalinya langsung menghilang,” bebernya.

Baca Juga :  Komunitas Penerbangan Halu Oleo Galang Bantuan Bencana Gempa dan Tsunami di Palu-Donggala

Satria Adhy Permana berjanji, akan mengungkap kasus ini meski banyak tantangan yang akan dilalui.

Untuk diketahui, barang bukti 768 gram akan dimusnakan, tetapi sebagian disisipkan untuk pembuktian di pengadilan nanti.

Hal itu, berdasarkan amanah UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika bahwa barang bukti boleh lebih awal dimusnakan.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here