19 Pekerja PT OSS yang Keracunan Bahan Kimia Belum Bisa Dipulangkan

71
Pasien korban ledakan laboratorium PT OSS masih dirawat di RSU Bahteramas Kendari. (Onno/Inilahsultra)

Kendari, lnilahsultra.com – Sebanyak 19 pekerja laboratorium milik PT Obsidian Stainlies Stell (OSS) Morosi masih terbaring di Rumah Sakit Bahteramas yang terletak di Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ke 19 pekerja itu, terdiri dari dua pasien laki-laki dan 17 pasien perempuan.

- Advertisement -

Pantauan media ini saat berada di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rabu 14 Agustus 2019 malam, kondisi 19 pekerja dalam kondisi sadarkan diri. Namun, infus masih terpasang di tangan mereka.

Meski dalam kondisi sadar, mereka harus dirawat inap karena belum diperbolehkan pulang oleh dokter yang menangani. Dokter menginginkan kondisi pasien betul-betul sehat.

Orang tua pasien juga terlihat datang untuk mendampingi anak mereka yang masih terbaring di rumah sakit.

Seperti yang diberitakan, Inilahsultra.com, 19 pekerja dikabarkan menjadi korban ledakan di Laboratorium milik PT OSS yang terletak di Desa Tani Indah Kecamatan Kapoiala Kabupaten Konawe.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu 14 Agustus 2019 sekitar pukul 10.45 WITa. Akibat ledakan itu, 19 pekerja lokal terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Kasubdit Penmas Polda Sultra Kompol Agus Mulyadi mengatakan, saat itu sedang berlangsung kegiatan pekerjaan pembenahan ruangan yang sudah dalam tahap finishing di gedung Laboratorium PT 0SS .

“Di saat bersamaan, ada beberapa karyawan TKA Cina yang sedang melakukan pekerjaan konstruksi pengelasan anak tangga yang menuju lantai dua,” ujar Agus.

Namun, sekitar pukul 10.45 WITa, tiba-tiba muncul kepulan asap dari ruangan laboratorium tempat penyimpanan bahan kimia yang terletak di lantai dasar dan berhubungan langsung dengan tempat pengelasan anak tangga yang sedang dikerjakan oleh TKA Cina itu.

“Selang berapa saat kemudian, terdengar ledakan keras dari ruangan laboratorium. Sehingga para karyawan yang mayoritas adalah perempuan yang berada dalam gedung tersebut berlarian keluar gedung untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.

Baca Juga :  Sudah Dipecat dari Kesatuan, Penculik Anak Malah Diamankan di Markas TNI

Seat itu pula, Iangsung dilakukan pemadaman dengan menggunakan alat pemadam oleh karyawan TKA Cina dan dibantu oleh beberapa karyawan lokal yang berada di sekitar lokasi.

“Penyebab itu diduga dari percikan api Ias, mengenai bahan kimia yang berada di ruangan laboratorium. Dugaan ledakan berasal dari AC duduk yang berada di dalam ruangan laboratorium tersebut,” bebernya.

Atas kejadian tersebut, sebanyak 19 orang karyawan mengalami keracunan yang disebabkan oleh asap mengandung racun.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here