Kritisi Ali Mazi, UB Dianggap Tak Paham Posisi Gubernur di Bank Sultra

2711
Andi Puhu

Kendari, Inilahsultra.com– Kader PDIP Sultra Umar Bonte (UB) mengkritisi tindakan Gubernur Sultra Ali Mazi yang meminta kejaksaan untuk memeriksa dugaan kredit macet di Bank Sultra.

Seperti dimuat disalah satu media online, UB beranggapan seharusnya gubernur tak mencampuri persoalan perbankan tersebut karena dianggap bukan ranahnya. Apalagi mempertanyakan soal kredit macet nasabah di bank.

- Advertisement -

Terkait hal itu, mantan Aktivis Mahasiswa, Andi Puhu sangat menyayangkan pernyataan UB yang terkesan provokatif dan bertedensi menyerang gubernur.

“Pak Ali Mazi itu Gubernur Sultra. Dan gubernur itu adalah ex officio pemilik saham mayoritas pada Bank Sultra,” kata Andi Puhu melalui pesan whatsapp, Kamis 15 Agustus 2019.

Kata Apuh panggilan akrab Andi Puhu, justru UB yang terkesan lucu dan aneh. Karena tidak paham atas posisi dari gubernur di Bank Sultra.

“Jadi wajarlah kalau gubernur melakukan evaluasi terhadap kinerja Bank Sultra. Apalagi ada pengelolaan Bank Sultra yang tidak beres dan lebih-lebih ada indikasi kredit macet,” tegasnya.

Apuh justru menilai, UB yang harus dipertanyakan, dalam kapasitas apa bicara soal kredit macetnya Bank Sultra.

“Biarkan saja proses dan aturan Bank Sultra yg berjalan sebagaimana mestinya. Jangan dipolitisasi mencampur-campurkan dengan hal-hal lain. Apalagi tendesi tendensi pribadi,” tuturnya.

Menurut Apuh, tindakan yang dilakukan Ali Mazi sudah tepat ketika ada dugaan kredit macet menyarankan untuk dilakukan evaluasi dan pemeriksaan oleh penegak hukim.

“Ini murni kapasitas pak Ali Mazi sebagai gubernur yang melakukan evalausi terhadap kinerja Bank Sultra yang merupakan bank pemerintah Sultra. Jangan dibesar-besarkan lah, apalagi dipolitisasi,” ucapnya.

Hingga berita ini tayang, UB belum bisa dikonfirmasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Sultra Ali Mazi tetiba angkat bicara mengenai dugaan kredit macet pengusaha lokal Ishak Ismail di Bank Sultra sebesar Rp 30 miliar.

Baca Juga :  Laporan Dugaan Percetakan Sawah Fiktif di Butur, Kejaksaan Sultra : Tunggu Disposisi Pimpinan

Sebagai bentuk sikap tegasnya, ia meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra untuk menyelidiki masalah itu.

“Itu kita serahkan kejaksaan lah karena itu masuk tindak pidana khusus,” kata Ali Mazi 7 Agustus 2019.

Menurutnya, pinjaman Ishak Ismail itu diduga merugikan uang negara.

“Tergantung kejaksaan menegakkan hukum to. Ini rugikan uang negara. Selama ini kan kita pakai semua uang negara,” ujarnya.

“Itu wajib (penegakkan hukum) siapa pun yang melanggar,” tambahnya.

Ia menyebut, namanya penyalahgunaan kewenangan sudah masuk kategori korupsi. Sehingga, pentingnya penegak hukum untuk menyelidiki.

Editor : Aso

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here