Lahannya Diserobot, Warga Wawonii Laporkan PT GKP ke Polres Kendari

193
Direktur LBH Kendari Anselmus AR Masiku saat memperlihatkan foto lahan milik Idris yang digusur PT GKP. (Onno/Inilahsultra)

Kendari, Inilahsultra.com – Idris salah satu warga Desa Sukarela Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) mendatangi Mako Polres Kendari untuk melaporkan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) yang menyerobot lahannya, Rabu 14 Agustus 2019.

Pria kelahiran 1976 itu, mengadu ke polisi lahan dan tanamannya dirusak perusahaan tambang pada Selasa 16 Juli 2019 sekira pukul 15.00 WITa lalu.

- Advertisement -

Idris yang didampingi Direktur LBH Kendari, Anselmus A R Masihu mengaku, laporannya sudah diregistrasi dengan Laporan Pengaduan Nomor: B/591/VIII/2019/ Reskrim.

Ia menceritakan, pada Senin 15 Juli 2019 lalu, ia tengah tidur di Kloebun miliknya untuk menjaga tanaman.

Keesokan harinya, sekira pukul 11.00 WITa, ia kembali ke rumah untuk makan siang. Usai makan siang, ia kembali lagi ke kebunnya dan dalam perjalanan bertemu dengan Salihi.

“Salihi ini meminta kepada saya untuk pergi ke kebun bersamanya, dengan tujuan menentukan batas lokasi kebun milik saya. Tetapi waktu itu saya pergi duluan di kebun,” ujarnya.

Setibanya di lahannya, ia dibuat kaget karena sebagian tanaman di kebun miliknya sudah rusak atau digusur dengan menggunakan alat berat. Di lokasi itu, tidak ada orang yang dijumpainya melainkan satu unit escavator tanpa kemudi.

“Tak lama kemudian, saya langsung berkata kepadanya Salihi, kenapa kamu berbuat begini. Namun, saat itu Salihi hanya bilang Wa Hae, Wa Hae. Bahasa itu dilakukan berulang-ulang,” bebernya.

Salihi ini, mencoba menghubungi Wa Hae. Namun, nomor yang dihubunginya tidak tersambung. Sehingga Salihi langsung meninggalkan lokasi itu.

Sementara itu, Direktur LBH Kendari, Anselmus AR Masihu menuturkan, lahan kliennya itu diduga diserobot. Dalam lahan itu, ada berbagai macam tanaman. Seperti, 23 pohon jambu mete, 1 pohon kelapa, 7 pohon pisang, 1 pohon kopi, 1 pohon coklat dan 20 pohon pinang.

Baca Juga :  Lukman Abunawas Jamin Potong Leher Jika Tak Cabut IUP di Pulau Wawonii

“Kerugiannya mencapai Rp 35 juta. Kebunnya diduga diserobot oleh salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di Pulau Wawonii,” jelas Anselmus.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here