Sultra Kategori Tertinggi se-Indonesia Angka Kebakaran Hutan

87
Ketgam : Gubernur Sultra, Ali Mazi didampingi Ketua DPRD Sultra, Abdurahman Saleh dan Kapolda Sultra, Brigjen Pol Irianto memantau kesiapan alat tempur Karhutla saat apel Penanganan Karhutla di Kantor Gubernur Sultra kemarin. (Foto Kumink Kominfo Sultra)

Kendari, Inilahsultra.com – Provinsi Sulawesi Tenggara masuk dalam daftar provinsi tertinggi se-Indonesia kasus kebakaran hutan. Hal itu terungkap saat apel Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dipimpin Gubernur Sultra, Ali Mazi di Kantor Gubernur Sultra kemarin.

Sepanjang tahun 2016 hingga 2018, berdasarkan pantauan satelit titik hotspot di Bumi Anoa mengalami peningkatan signifikan.

- Advertisement -

Tahun 2016, pantauan satelit mendeteksi adanya 118 titik hotspot diberbagai kawasan hutan dan lahan di Sultra. Tahun 2017 jumlahnya meningkat menjadi 177 titik hotspot. Tahun 2018, melonjak drastis menjadi 215 titik.

“Provinsi Sultra masuk kebakaran tertinggi. Titik hot spot 2016 sampai 2018 terus terjadi peningkatan. Ini berdasarkan pantauan satelit ada peningkatan titik hotspot,” beber Gubernur Sultra, Ali Mazi saat membuka apel Karhutla di Kantor Gubernur Sultra.

Total areal hutan Sultra yang terbakar tahun 2018, lanjut Ali Mazi telah mencapai 2200 ha lebih. Tahun sebelumnya hanya berkisar 1900 ha.

Tingginya angka luasan areal hutan yang terbakar menyisakan kerugian besar. Baik dari sisi ekologi ekonomi, dan sosial.

“Asap juga bisa ganggu kesehatan, ganggu jalur penerbangan produktifitas tanah hilang populasi. Makanya lewat momentum ini kita bersama berupaya menanggulangi kebakaran hutan yang cukup tinggi di Sultra,” ujar Ali Mazi.

Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan Sultra, Ir Subandrio menyatakan kebakaran hutan tidak hanya dipicu cuaca panas. Tapi sebagian besar dilakukan secara sengaja oleh oknum yang ingin membuka kawasan tanpa mau merogoh kocek.

“Banyakan di daerah yang hutannya luas. Seperti di Konawe, Konsel, Bombana, Koltim, Kolaka juga,” ulas Subandrio.

Sayang, penanganan kasus kebakaran hutan di Sultra masih sangat rendah. Bahkan, kata Subadrio, hingga kini banyak pelaku lolos karena sulit terindetifikasi. Hal itu menjadi alasan kepolisian lamban menangani kasus kebakaran hutan.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pidana Pemilu Bupati Koltim Kandas di Gakumdu

Penulis : Siti Marlina

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here