Daftar Korban Meninggal Terbakarnya Kapal di Perariran Pulau Bokori

Tim DVI Biddokkes Polda Sultra saat memberikan keterangan pers.
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Biddokkes Polda Sultra telah mengidentifikasi tujuh jenazah yang meninggal dunia dalam terbakarnya kapal KM Izhar rute Kendari-Bungku Sulawesi Tengah.

Dokter forensic Biddokkes Polda Sultra Kompol Mauluddin mengatakan, sebanyak 39 orang diketahui selamat dalam peristiwa itu.

-Advertisement-

Sebanyak 7 orang dinyatakan meninggal dunia dan identitasnya sudah diketahui. Sisanya sebanyak 4 orang diketahui masih dinyatakan hilang.

“Berdasarkan data manifest, sebanyak 50 penumpang,” kata dr Mauluddin, Sabtu 17 Agustus 2019.

Daftar korban baik yang meninggal, selamat dan yang dinyatakan hilang dalam terbakarnya kapal KM Izhar di sekitar Pulau Bokori.

Ia menyebut, ketujuh korban ini diidentifikasi berdasarkan ciri fisik yang masih dikenali keluarga dan kerabat.

“Serta property yang melekat di tubuh korban,” tuturnya.

Peristiwa kecelakaan kapal ini terjadi Jumat 16 Agustus 2019 sekira pukul 23.30 WITa. Awal kebakaran diduga terjadi di mesin kapal.

Berikut daftar tujuh penumpang yang meninggal dunia

  1. Nama : Syamsiah Lewa

Usia   : 70 Th

Alamat : Desa Bungkela Kec. Kalerowa Kab. Morowali, Sulawesi Tengah.

  1. Nama : Nurianti

Usia : 45 Th

Alamat : Desa Lalogombu Kec. Punggaluku Kab. Konawe Selatan

  1. Nama : Haikal

Usia   : 4 Th

Alamat : Desa Lalogombu Kec. Punggaluku Kab. Konawe Selatan

  1. Nama : Salmia Lasimi

Usia  : 45 Th

Alamat : Jl. Imam Bonjol Kel. Alolama Kota Kendari

  1. Nama : Omang

Usia : 38 Th

Alamat : Kamp. Waru-waru  Desa Puwaru Kec. Kalerowa Kab. Morowali, Sulawesi Tengah

  1. Nama : Samuia

Usia : 38 Th

Alamat : Desa Werea Kec. Bungku Pesisir Kab. Morowali Sulawesi Tengah

  1. nama: Bayi NAURA

Umur: 2 tahun

alamat: kel. Mata Kendari

Dari tujuh korban meninggal dunia ini, 6 orang sudah diambil keluarganya.

Sedangkan satu orang bernama Omang sedang menunggu keluarga untuk dibawa ke Sulteng.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

 

Facebook Comments