KNPI Desak Jaksa Segera Periksa Wali Kota Baubau Terkait Dugaan Korupsi TPI

646
Ilustrasi
Bacakan

Baubau, Inilahsultra.com – Lambatnya penetapan tersangka dalam Kasus dugaan retribusi TPI Wameo kembali disorot oleh KNPI Baubau.

-Advertisements-

Wakil Ketua Bidang Pemberantasan Korupsi Risky Ishak meminta Kejaksaan Negeri Kota Baubau agar segera memeriksa wali kota.

“Dalam komentarnya di beberapa media online Kasipidsus Kejaksaan mengatakan bahwa tahun 2017 Pemkot tidak menugaskan seorangpun ASN untuk menjabat sebagai kepala UPTD TPI Wameo. Padahal, Perda dan Perwali tentang TPI Wameo mengharuskan wali kota menunjuk ASN sebagai kepala UPTD. Sehingga Jaksa harus memanggil wali kota untuk mengklarifikasi kenapa tidak ada ASN dalam pengelolaan retribusi tersebut,” tegasnya, Rabu 21 Agustus 2019.

Lebih dari itu, mantan Ketua Forkom B2K Kendari ini juga menyayangkan pernyataan kejaksaan di beberapa media bahwa belum menemukan benang merah aliran dana kepada oknum pejabat DKP Baubau.

Menurutnya Risky, jaksa seolah ingin membangun opini bahwa tidak ada keterkaitan langsung para oknum pejabat DKP dalam kasus ini.

“Kami menduga bahwa ada upaya pihak kejaksaan yang hanya ingin menyasar para pegawai tidak tetap TPI dan menjauhkan para oknum pejabat DKP dari pertanggungjawaban kasus ini. Padahal tindak pidana korupsi bukan hanya soal memperkaya diri sendiri tapi juga pengabaian adminstrasi yang memperkaya orang lain.

Risky mengaku, dalam setiap penanganan kasus dibutuhkan kehati-hatian.

Akan tetapi tidak sampai berlarut-larut dan terkesan jalan di tempat.

Untuk itu, KNPI meminta kejaksaan untuk tidak tebang pilih dalam penanganan dugaan korupsi TPI Wameo ini.

“Pernyataan jaksa tentang perlunya kehati-hatian dalam penetapan tersangka adalah pernyataan berulang yang sudah disampaikan sejak Desember 2018 lewat beberapa media. Faktanya hingga hari ini tersangkanya belum ada. Sehingga kami meminta jaksa untuk serius menangani kasus ini,” tutupnya.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
7
-Advertisements-
loading...