Sembilan Bulan Tugas di Perbatasan,450 Prajurit Yonif 725 Woroagi Kembali di Bumi Anoa

1972
Pangdam memeluk sejumlah prajurit Yonif 725 Woroagi yang baru saja pulang dari perbatasan Indonesia-Papua Nugini. (Onno)

Kendari, Inilahsultra.com – Prajurit TNI AD dari Batalyon Infanteri 725/Woroagi telah kembali ke Bumi Anoa, setelah usai melaksanakan tugas selama sembilan bulan, sebagai Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif/725 Woroagi di Papua.

Sebanyak 450 prajurit Yonif 725/Woroagi tiba di Pelabuhan Bungkutoko, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), sejak Senin 26 Agustus 2019. Mereka diangkut dengan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), di Komandoi oleh Danyonif 725/Waoroagi, Letkol Inf Hendry Ginting.

- Advertisement -

Penyambutan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/Woroagi dipimpin langsung Pangdam XIV Hasanuddin MayjenTNI Surawahadi dan Gubernur Sultra, Ali Mazi.

“Saya betul-betul merasa bangga kepada anak-anak saya. Di satu sisi, ada lima anak saya belum juga ditemukan hingga saat ini,” ucap Surawahadi dengan mata berkaca-kaca, Selasa 27 Agustus 2019.

Menurut Surawahadi, hilangnya lima personel merupakan bagian dari risiko tugas dan tentunya jasi pembelajaran. Demikian dengan tuntutan tugas, tentunya sebagai anggota TNI harus selalu siap. Karena jiwa raga TNI demi negeri, Indonesia.

“Saya hormat kepada anak saya yang saat ini belum kembali, kalau ini kehendak Allah SWT semoga menjadi syuhada. Semoga Allah SWT menempatkan anak-anak saya di surga yang indah,” tuturnya.

Pangdam berharap, lima prajurit Yonif/725 yang belum ditemukan bisa selamat dalam keadaan sehat walafiat dengan kondisi hidup dan bisa bergabung kembali di Yonif 725/Woroagi.

“Lima prajurit kita yang ikut di Helikopter Ml-17 milik TNI AD yang lost contak di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. Tujuh dari Penerbad, jumlahnya 12 orang,”

Saat ini, TNI berusaha dan berupaya untuk mencari dengan alat terbaru, agar mereka segera ditemukan dan ada kepastian. Rasa syukur dan berterima kasih kepada Gubernur Sultra, Ali Mazi yang telah mendukung, mulai dari awal pemberangkatan hingga akhirnya kembali.

“Tentunya, Yonif 725 Woroagi merupakan kebanggaan masyarakat Sultra. Mudah-mudahan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga, ke depan kita bisa lebih baik lagi,” tutupnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Helikopter Ml-17 milik TNI AD lost contak di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua saat mendorong logistik (Dorlog) ke Pos pengamanan perbatasan.

Informasi hilang kontak diterima dari Base Operasional Lanud Silas Papare Sentani, Jaya Pura, Jumat 28 Juni 2019 sekira pukul 14.00 WIT.

Helikopter mengalami lost contact, saat melaksanakan misi penerbangan dari bandara Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang ke Bandara Sentani, Jayapura.

Heli tersebut dilaporkan membawa 12 orang terdiri dari 7 orang crew dan 5 orang personil Satgas Yonif 725/Woroagi yang akan melaksanakan pergantian Pos.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...