
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Polres Buton melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Patuh 2019. Operasi patuh akan digelar selama 14 hari dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Kapolres Buton AKBP Andi Herman mengatakan, Operasi Patuh digelar untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat agar tercipta keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Buton.
Ada beberapa prioritas dalam pelanggaran operasi patuh kali ini. Diantaranya pelanggaran yang tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, penggunaan hand phone, menggunakan alkohol, melebih batas kecepatan, dibawah umur, serta tidak menggunakan safety belt dan lampu rotator.
“Di Sultra diprioritaskan helm, dibawah umur, melawan arus dan di Buton ditambahkan pengendara yang menggunakan alkohol,” ujarnya.
Dia berharap, situasi lalu lintas aman, tertib, lancar, selamat, kepercayaan masyarakat terhadpa Polri, menurunya angka kecelakaan dan korban kecelakaan lalu lintas, dan meningkatkan disiplin masyarakat.
Selain itu, dia meminta, penegakkan hukum dilakukan dengan humanis dan menghindari pungutan liar.
Kasat Lantas Polres Buton, Iptu Syahrul mengatakan, Operasi Patuh dilaksanan mulai tanggal 29 Agustus sampai 11 September dengan mengedepankan tindakan penegakkan hukum yang humanis.
Dalam operasi ini diterjunkan anggota Polisi Lalu Lintas sebanyak 24 personil dan polsek jajaran.
“Sistemnya saat operasi dengan hunting sambil jalan lihat pelanggar langsung tilang dan satunya lagi operasi ditempat,” ujarnya.
Dia menegaskan, pelanggaran yang paling parah di wilayah hukum Polres Buton adalah pengendara yang masih kebanyakan anak dibawah umur. Bahkan kebanyakan kecelakaan yang terjadi adalah anak di bawah umur.
“Pengendera anak dibawah umur mencapai angka 50 persen,” urainya.
Kata dia, Operasi Patuh tahun 2018 lalu jumlah tilang mencapai 419. Sementara angka kecelakaan tidak ada.
“Kita berharap tahun ini jumlah pelanggaran lalu lintas juga ikut menurun,” harapnya.
Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania




