15 Warga Wawonii Dipanggil Polda Sultra untuk Diperiksa

1239
Surat permintaan klarifikasi dari Polda Sultra ditujukan kepada 15 warga Pulau Wawonii. (Istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com – Selain Mando Maskuri, pihak PT Gema Kreasi Perdana (GKP) juga melaporkan beberapa warga Pulau Wawonii ke Polda Sultra.

Setidaknya, ada 15 warga Pulau Kelapa itu yang menerima panggilan di Polda Sultra.

Advertisements
- Advertisement -

Diantaranya, Laririn, Hurlan, Hamid, Lalo, Wa Anu, Jasmin, La Eda, Sarlin, Andiman, La Dani, Hastomo, Sanuddin dan Fiko.

Mando Maskuri yang juga terlapor menyebut, 15 warga Pulau Wawonii itu dilaporkan dalam perkara yang sama Pasal 333 KUHP tentang perampasan kemerdekaan seseorang.

“Yang baru kami ketahui 15 orang. Belum tahu kalau ada yang lain,” jelas Mando, Sabtu 31 Agustus 2019.

Ia mengaku, laporan ini dilayangkan oleh pihak PT GKP yang juga anak perusahaan Harita Group.

Ia menduga, pelaporan ini terkait kasus penolakan terhadap perusahaan tambang tersebut yang menerobos lahan warga.

“Warga yang dilaporkan mereka tolak panggilan itu. Itu hasil dari koordinasi LBH Kendari,” kata Mando.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Sukarela Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara nyaris bentrok dengan aparat kepolisian yang diduga mengawal alat berat PT GKP menggusur lahan warga untuk digunakan jalan hauling.

Lahan tiga orang warga, yakni La Baa, Amin dan Wa Ana diterobos dan membuat sebagian tanaman tumnang.

Masyarakat pun melaporkan kasus pengrusakkan ini ke polisi.

Namun, di lain sisi, pihak PT GKP juga melaporkan warga karena pada saat penggusuran, warga sempat menyekap sejumlah pekerja perusahaan tersebut.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
loading...
                   
                   
Baca Juga :  Hindari Bentrok, Alasan Kapolres Kendari Tolak Amankan Rencana Eksekusi di Tapak Kuda