Deklarasi Kampung Bebas Miras dan Judi di Sampoabalo Buton, Sanksi Sosial dan Denda Menanti

592
Bupati Buton La Bakry saat menandatangani deklarasi kampung bebas Miras dan judi di Desa Sampoabalo Kabupaten Buton, Senin 2 September 2019.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Desa Sampoabalo Kecamatan Siontapina Kabupaten Buton didesain sebagai sebagai kampung bebas minuman keras (Miras) dan judi. Siapapun yang terlibat akan diberi sanksi.

Ide kampung bebas Miras dan judi ini sebagai tindak lanjut mengantisipasi bentrok antar warga yang terjadi beberapa waktu.

- Advertisement -

Langkah ini mendapat apresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton. Sehingga digelar deklarasi memberantas Miras dan judi, Senin 2 September 2019.

Bupati Buton La Bakry mengatakan, deklarasi kampung bebas Miras dan judi merupakan bentuk kesadaran masyarakat Sampoabalo dan seluruh komponen yang ada di desa itu. Pasalnya, Miras dan judi sangat merugikan masyarakat.

“Kita berikan penghargaan dan apresiasi kepada masyarakat Sampoabalo karena telah melakukan deklarasi kampung bebas Miras dan judi,” kata La Bakry usai acara deklarasi di Sampuabalo, Senin 2 September 2019.

Dia berharap, dengan adanya deklarasi tersebut, seluruh masyarakat Desa Sampoabalo bisa meninggalkan hal-hal yang bertentangan dengan aturan serta ajaran agama.

“Mudah-mudahan diawal Tahun Baru Hijriyah ini, kita harapkan masyarakat Sampoabalo, khususnya oknum-oknum yang masih melakukan perbuatan meminum-minuman keras dan main judi bisa segera ditinggalkan sehingga Desa Sampoabalo bisa menggapai masa depan yang gemilang,” harapnya.

La Bakry mengakui, Peraturan Daerah (Perda) tentang Miras sudah ada. Namun, untuk mengimplementasikan hal tersebut dibutuhkan dukungan dan kemauan dari seluruh pihak dan masyarakat. Sehingga apa yang telah dilakukan warga Desa Sampuabalo merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap Perda yang ada.

“Jadi apa yang dilakukan hari ini dan sebelumnya merupakan bentuk dukungan masyarakat atas penegakan Perda sehingga pemda sangat terbantu dengan adanya inisiatif ini dalam hal pemberantasan Miras ditambah judi ini,” tuturnya.

Dia berharap, bukan hanya Desa Sampoabalo yang melakukan hal ini. Seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Buton agar tidak mengkonsumsi Miras dan berjudi. Apalagi hal itu bertentangan dengan ajaran agama.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan memanggil seluruh Camat dan kepala desa se-Kabupaten Buton untuk melakukan rapat bersama mendeklarasikan kampung bebas Miras dan judi di wilayah masing-masing.

“Setelah ini kita akan rapatkan lagi dengan seluruh Camat dan Kepala Desa serta TNI dan Polri supaya kita masifkan bersama,” pungkasnya.

Kapolres Buton AKBP Andi Herman mengatakan, hal terpenting dari deklarasi tersebut adalah komitmen dari seluruh komponen yang ada untuk bersama-sama mematuhi dan menegakan aturan tersebut.

“Kita sangat apresiasi atas inisiatif ini, yang terpenting adalah bagaimana komitmen dalam penegakan aturan dan sehingga desa ini terbebas dari Miras dan judi,” kata Andi Herman.

Ia menyebutkan, Desa Sampoabalo merupakan desa yang ke 13 dari 83 desa yang melakukan deklarasi bebas miras di wilayah Kabupaten Buton. Namun, untuk deklasi bebas judi, Sampoabalo adalah desa pertama yang melakukan hal tersebut.

“Untuk wilayah Buton, desa ini adalah yang ke 13, namun pertama kali untuk masalah judi. Saya berharap kegiatan ini menjadi contoh dan Sampoabalo bisa jadi pelopor desa-desa lain untuk berbuat hal yang sama,” harap Andi.

Ketua Forum Komunikasi Keluarga Sampoabalo Yarona Labalawa Buton (FKKS-YALABU), La Ode Kalimu menyebutkan, ada 10 poin yang telah disepakati dalam deklarasi tersebut dan telah dituangkan dalam aturan adat.

“Pertama, bagi masyarakat yang sengaja ataupun tidak, menjual minuman keras akan dikenakan denda uang sebesar Rp 5 juta. Kedua, masyarakat Sampuabalo maupun dari luar yang sengaja ataupun tidak mengkonsumsi minuman keras didenda Rp 3 juta,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, bagi pemasok atau penjual Miras akan didenda Rp 5 juta. Selanjutnya, bagi masyarakat Sampoabalo ataupun dari luar yang bermain judi akan didenda Rp 5 juta.

“Dan bagi warga Sampoabalo yang menyediakan fasilitas judi seperti rumah akan didenda Rp 10 juta,” kata Kalimu.

Setiap dua minggu sekali, lanjut dia, akan dilaksanakan sweeping atau razia Miras dan judi oleh Satuan Tugas (Satgas) pemberantasan Miras. Satgas ini terdiri dari pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Selain itu, jika masyarakat Sampoabalo maupun dari luar yang sengaja ataupun tidak membuat kekacauan pada acara ataupun hajatan masyarakat akan didenda Rp 5 juta.

“Jika tidak mengindahkan aturan dan tidak bisa memenuhi sanksi yang diberikan maka diberi sanksi sosial seperti jika ada hajatannya maka para tokoh dan masyarakat tidak akan hadir, begitu juga meninggal dunia. Paling sebagai sesama muslim akan dimakamkan dengan layak, tapi selanjutnya tahlilannya tidak akan dihadiri,” tegas Kalimu.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
loading...