Politikus Golkar : Pinjaman Pemda Sultra Rp 1,1 Triliun Perlu Dikaji

Abdul Rahman Farizi
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Politikus Partai Golkar Abdul Rahman Farisi berpendapat, rencana Pemprov Sultra mengajukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Rp 1,1 triliun perlu dikaji secara komprehensif.

“Harus ada pertimbangan utama yang mesti jelas sebelum diajukan pinjaman,” kata pria yang akrab disapa ARS ini, Selasa 3 September 2019.

-Advertisement-

Pertimbangan pertama adalah menyangkut sustanabilitas fiskal. Hal ini berkait keseimbangan antara beban pembayaran pokok dan bunga utang terhadap rasio belanja pada APBD Sultra.

“Kedua menyangkut aspek kemanfaatan tujuan pinjaman, mesti menyangkut infrastruktur yang manfaatnya menyangkut lintas generasi,” jelasnya.

Mantan Caleg DPR RI Dapil Sultra ini menyebut, proyek yang dibiayai oleh utang mesti dipakai dalan jangka 5 tahun ke atas karena akan menjadi beban APBD sampai lima tahun ke depan.

“Selain soal waktu pemakaian juga manfaatnya memang benar-benar sangat strategis. Makanya perlu kajian atas proyek yang akan dibiayai oleh pinjaman tersebut sehingga sebanding antara beban dan manfaatnya,” jelasnya.

Ia berharap, pinjaman akan menjadi instrumen Ali Mazi untuk mewujudkan visi misinya dalam pembangunan Sultra.

“Maka saya sebagai politisi Golkar akan menyampaikan pertimbangan tersebut ke Fraksi Golkar DPRD Sultra guna menjadi bahan kajian dalam membahas dan menentukan sikap soal pinjaman yang diajukan oleh Pemprov Sultra,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sultra Ali Mazi menyatakan, pinjaman Pemda Sultra ke PT SMI, salah satu BUMN di bawah Kementerian Keuangan itu telah dipertimbangkan secara matang.

Dalam sambutannya dalam rapat paripurna mendengarkan penjelasan Gubernur Sultra di gedung DPRD Sultra, Senin 2 September 2019, Ali Mazi mengaku, salah satu upaya mendorong ekonomi daerah adalah dibutuhkan investasi.

Namun, dalam membangun beberapa program strategis, pemerintah terkendala dengan kondisi keuangan daerah.

“Keterbatasan APBD yang tentunya berdampak pada berkurangnya pembangunan yang sifatnya strategis. Untuk itu Pemda Sultra melakukan terobosan dalam upaya mengakses sumber pembiayaan demi percepatan pembangunan daerah. Salah satu peluang adalah melakukan pinjaman ke pemerintah pusat,” kata Ali Mazi.

Pinjaman ini, kata Ali Mazi, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2018 tentang Pinjaman Daerah.

“Semua mengerti dan memahami bahwa APBD Sultra sangat terbatas. Untuk melakukan lompatan pembangunan di daerah tidak mungkin hanya menggunakan APBD yang ada. Untuk itu melalui pinjaman dan ini dimungkinkan dalam undang-undang,” jelasnya.

Ali Mazi menyebut, dirinya ingin Sultra bisa berkembang pesat seperti daerah lainnya.

“Kita ingin terbang, tapi kalau tidak ada bensin tidak akan mungkin sampai ke bulan. Kalau dengan pinjaman bisa kita sampai ke bulan,” jelasnya.

Dengan menggunakan uang pinjaman dalam membiayai proyek strategis, maka APBD Sultra sekitar Rp 4 triliun tidak akan digunakan sepenuhnya.

“Ini tugas seorang gubernur bagaimana mendatangkan sumber keuangan dari pusat atau dari mana saja. Hal ini agar daerah kita bisa bersaing dengan daerah yng sudah lebih maju,” tuturnya.

Politikus NasDem ini menyebut, Sultra punya potensi pertambangan, perkebunan, pertanian dan perikanan. Jika semua potensi itu tidak dimanajemen dengan baik, maka tidak mungkin terwujud impian visi misi pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas.

Terhadap pinjaman ini, Ali Mazi berharap DPRD Sultra bisa menyetujui rencana Pemprov Sultra ini.

Sementara itu, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh menyebut, pihaknya akan segera membentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas usulan pinjaman Pemprov Sultra itu.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments