Idap Hidrosefalus, Bayi Asal Konsel Butuh Bantuan untuk Operasi

690
Bayi asal Konsel mengidap hidrosefalus dan membutuhkan bantuan dermawan untuk operasi.

Kendari, Inilahsultra.com – Nur Akida, bayi berusia 2 hari terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Bahteramas Sulawesi Tenggara (Sultra).

Nur Akida merupakan anak pertama dari pasangan suami istri Andar (21) dan Nurfadila (17) yang beralamat di Desa Aosole, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

- Advertisement -

Bayi ini didiagnosa menderita penyakit hidrosefalus atau penumpukam cairan di dalam otak yang mengakibatkan meningkatanya tekanan pada otak.

Ditemui di RSUP Bahtermas Minggu 8 September 2019, Darmawati nenek bayi menuturkan, Nur Akida lahir pada Jumat 6 September 2019 lalu dengan cara sesar di Rumah Sakit Dewi Sartika, Kota Kendari.

                       

“Saat ini mamanya (Nurfadila) masih terbaring lemah di Dewi Sartika karena menjalani operasi pada saat melahirkan,” kata Darmawati dengan raut wajah sedih.

Belakangan diketahui sang bayi menderita penyakit hidrosefalus yang tidak bisa ditangani pihak Rumah Sakit Dewi Sartika dengan alasan peralatan medis tidak memadai. Sehingga dokter mengarahkan untuk dirujuk di RSUP
Bahteramas.

“Dokter bilang ada cairan di atas kepala Nur Akida dan harus dilakukan penanganan serius. Sehingga kami diarahkan supaya dirujuk di Bahteramas ini untuk dilakukan operasi,” katanya.

Sebelumnya, kata dia, bayi sudah diketahui mengalami penyakit
hidrosefalus dalam kandungan. Namun kedua orang tua Nur Akida tidak menginformasikan kepada keluarga terutama orang tua mereka.

“Mereka sembunyikan ini, kita tahu mereka belum lama menikah, jadi mereka pasti takut untuk menceritakan kepada kami,” jelasnya.

Saat ini Nur Akila masih terbaring lemah dan masih menungu jadwal operasi dari dokter yang rencananya akan dilakukan operasi dalam waktu dekat ini.

Baca Juga :  Tabrak Rumpon, Kapal Rute Baubau-Binongko Patah As

“Saat ini belum dioperasi kasian, tapi dokter bilang kalau tidak ada halangan mungkin besok kalau tidak salah akan dioperasi,” katanya.

Darmawati mengaku, saat ini pihak keluarga sementara mengurus kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Konawe Selatan untuk meringankan beban biaya operasi Nur Akida.

Sejauh ini, kata dia, pihak rumah sakit belum menentukan jumlah biaya rumah sakit. Namun keluarga berharap, ada keringanan terhadap biaya karena mereka tergolong keluarga kurang mampu.

“Saya juga tidak tahu mau kemana lagi untuk mengadu,” ungkap Darmawati sambil meneteskan air mata.

Darmawati menuturkan, kedua orang tua Nur Akida bekerja sebagai petani dan penghasilan mereka sangat pas-pasan.aca

Untuk itu, ia berharap adanya uluran tangan dari berbagai pihak termasuk Pemda Konsel untuk meringankan biaya operasi untuk cucu ketigannya itu.

“Tolong kasian mungkin tanpa saya berbiacara langsung, dan kita semua sebagai insan manusia dapat berbagi dan saling mendoakan agar cucu saya bisa selamat dan normal,” tutupnya.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...