DPRD Sultra Rekomendasikan Pemecatan Hikma Sanggala Dicabut

100
Rapat dengar pendapat pemecatan mahasiswa IAIN Kendari berlangsung di DPRD Sultra, Rabu 11 September 2019.

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan rapat dengar pendapat (RDP) tentang pemberhentian Hikma Sanggala sebagai mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Rabu 11 September 2019.

Rapat dengar pendapat dipimpin langsung Ketua komisi IV DPRD Sultra Yaudu Salam Ajo didampingi oleh Muh Poli, Sudarmanto Saeka, dan Herry Asiku, Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Nurdin Karim, Anggota Dewan Kode Etik Aliwar dan beberapa civitas alademik IAIN Kendari, serta Hikma Sanggala beserta teman-temannya.

- Advertisement -

Dalam rapat dengar pendapat ini kedua belah pihak dipersilakan untuk menyampaikan pendapat masing-masing di hadapan anggota dewan.

Setelah mendengarkan pendapat masing-masing pihak, ada dua saran dari Komisi IV DPRD Sultra disampaikan Yaudu Salam Ajo.

                       

Pertama, menawarkan jalur kompromi untuk IAIN Kendari untuk mencabut keputusan drop out (DO) tersebut, dan Hikma Sanggala dapat kembali melanjutkan pendidikan dengan syarat mengikuti syarat dan peraturan di IAIN Kendari.

Kedua, apabila jalur kompromi tidak mendapat titik temu, maka dipersilakan melalui jalur hukum untuk menyelesaikan masalah DO kepada Hikma Sanggala.

“Kami usul ada jalan kompromi dan pihak IAIN Kendari bisa mempertimbangkan untuk mencabut keputusan DO. Tapi semua keputusan ada di pihak IAIN Kendari, dan kami DPRD hanya memberikan usul entah diterima atau tidak, karena semua dikembalikan kepada IAIN,” ujar Yaudu Salam Ajo.

Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Kendari Nurdin Karim mengatakan, terkait saran dari DPRD tadi itu sebagai hasil dari aspirasi teman-teman Aliansi Mahasiswa Muslim Sultra beberapa hari yang lalu.

“DPRD hanya memfasilitasi pertemuan ini, dan saran tadi tergantung DPRD mau menyampaikan ke Rektor atau tidak. Tapi itu semua ada mekanismenya,” jelasnya.

Baca Juga :  14 Sekolah Swasta Tak Dicairkan Dana BOS, Muna Terbanyak

Apakah dengan saran di DPRD surat pemberhentian Hikma Sanggala akan dicabut, Nurdin Karim menegaskan, IAIN Kendari tetap teguh dan komitmen dengan keputusan yang sudah dikeluarkan oleh Rektor.

“Tidak ada kompromi dan kami konsisten dengan keputusan Rektor, karena keputusan ini sudah mengikat dan final yang tidak bisa diganggu gugat,” jelasnya.

“Kami juga mempersilahkan saudara Hikma Sanggala untuk melakukan upaya hukum apabila tidak menerima keputusan tersebut,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...