Lawan Kriminalisasi Warga Penolak Tambang, Polda Sultra Didemo

111
Masyarakat dan mahasiswa menggelar demo di Polda Sultra menolak kriminalisasi warga yang melawan masuknya PT GKP di Pulau Wawonii.

Kendari, Inilahsultra.com – Kehadiran perusahaan tambang PT Gema Kreasi Perdana (GKP) di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) atau Wawonii menuai banyak masalah. Beberapa warga Wawonii dilapor ke polisi atas dugaan pidana menghalangi investasi dan perbuatan tidak menyenangkan.

Oleh warga, pelaporan ini merupakan bentuk kriminalisasi terhadap masyarakat yang menolak tambang.

- Advertisement -

Merespon hal itu, puluhan massa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa dan Masyarakat Wawonii (PMMW) melakukan unjuj rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu 11 Setember 2019.

Massa aksi meminta, Kapolda Sultra untuk menghentikan penyelidikan terhadap masyarakat yang di laporkan oleh PT GKP. Harusnya, Kepolisian melindungi masyarakat Wawonii yang menjadi korban polemik tambang PT GKP.

                       

Koordinator aksi, Haerul Badar dalam orasinya mengatakan, para pejuang tolak tambang di Wawonii tengah masuk upaya dikriminalisasi. Sebab, masyarakat di sana hanya memperjuangkan hak-hak mereka karena diduga diserobot perusahaan tambang.

“Warga Wawonii mempertahankan lahan mereka, tapi kenapa justru PT GKP melaporkan warga dengan tuduhan menghalang-halangi perusahaan tambang,” ucap Haerul Badar.

Massa aksi juga meminta kepada Kapolda Sultra, Brigjen Pol Iriyanto segera menarik seluruh polisi yang ada di Wawonii.

“Kepada Gubernur Sultra, Ali Mazi agar segera mencabut Izin perusahaan tambang PT GKP Sultra,” ujarnya.

Pantauan media ini, sempat terjadi ketegangan antara massa aksi dengan pihak kepolisian yang mengawal jalannya aksi tersebut. Hal itu disebabkan saat massa aksi membakar ban bekas dan mencoba menerobos barisan polisi.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...
             
Baca Juga :  Ketua DPRD Butur Dukung Evaluasi Kinerja Kadis PU