Potensi Kekeringan Mengintai Sultra

745
Ilustrasi kekeringan. (Sumber foto : Fajar.co.id)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari mengeluarkan rilis terkait peringatan dini potensi kekeringan di Sulawesi Tenggara pada 11 September 2019.

-Advertisements-

Kepala UPT Stasiun Klimatologi Ranomeeto Aris Yunatas mengatakan, daerah yang berpotensi terjadi kekeringan meteorologis dengan potensi awas terjadi di daerah Bau-Bau, Bungi (Kota Baubau), Kabaena Barat (Bombana), Poleang Barat (Bombana), Batauga (Buton Selatan) dan Tongkuno (Muna).

Kemudian, daerah yang berpotensi terjadi kekeringan meteorologis dengan potensi siaga di daerah Sorawolio (Kota Baubau), Poleang Timur (Bombana), Poleang (Bombana), Lasalimu (Buton), Kendari, Wawotobi (Konawe), Palangga (Konawe Selatan), dan Lainea (Konawe Selatan).

“Berpotensi terjadi kekeringan meteorologis dengan potensi waspada di daerah Kabaena Timur, Kapontori, Mawasangka, Poasia, Kolaka, Watubangga, Tanggetada, Toari, Samaturu, Ladongi, Laeya, Ranomeeto, dan Wolasi,” bebernya, Rabu 11 September 2019.

Potensi kekeringan ini akan terjadi hingga akhir September ini.

Data BMKG menyebut, kekeringan tahun ini lebih parah bila dibandingkan 2018 lalu.

Hal itu dikarenakan selain memasuki musim kemarau terdapat pula faktor El Nino, walaupun kekuatannya lemah.

El Nino adalah fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur.

Secara umum di Indonesia, El Nino ini menyebabkan kondisi kering dan berkurangnya curah hujan di beberapa daerah.

Akibat kekeringan panjang ini, dapat membuat pertanian gagal panen atau puso.

Dampak lain dari kekeringan ini adalah bisa memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini tengah melanda beberapa kabupaten di Sultra.

Daerah yang mengalami karhutla cukup parah ada di Kabupaten Kolaka Timur. Di daerah yang dipimpin Tony Herbiansyah ini, sekitar 200 hektare lebih lahan gambut dilalap si jago merah.

Akibat karhutla ini, aktivitas warga terganggu karena bencana asap makin mengkhawatirkan.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...