Saemuna, Mantan Penjual ‘Katumbu’ Kembali Melenggang ke DPRD Muna

2485
Saemuna.
Bacakan

Raha, Inilahsultra.com – Tak ada yang mengira, Saemuna kembali terpilih sebagai anggota DPRD Muna pada Pemilu 2019.

-Advertisements-

Semasa kecilnya, Saemuna sudah melewati hidup yang getir. Anak tunggal dari Almarhum La Damehe dan Almarhumah Wa Polele ini pernah menjadi penjual katumbu (makanan khas Muna dari jagung tua yang digiling) secara keliling.

Kepada Inilahsultra.com, pria kelahiran Desa Bonea, Kecamatan Lasalepa, 31 Maret 1952 ini mengisahkan pekerjaannya saat kecil menjual katumbu berjalan kaki hingga 15 kilometer.

-Advertisements-

Sejak kecil berusia 2 tahun, ia sudah ditinggal ayahnya. Sementara ibunya hidup menjanda dan membiayai kehidupan mereka dengan jualan katumbu.

“Saya sebagai anak tunggal, yang hidup sendiri dan berjuang sendiri dalam meraih impian tanpa mengenal lelah membanting tulang menjual kayu di Baubau hingga di Kendari karena bapakku meninggalkan saya masih usia 2 tahun,” jelasnya.

Saemuna (ujung kiri) saat bertugas di DPRD Muna.

Dengan semangat sekolah yang tinggi, ia kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Teknik Menengah Negeri (STMN) Raha.

“Sebelum sekolah di STMN Raha, saya ikut ngukuru-ngukuru (berlayar cari ikan) dan segala macam pekerjaan saya coba asal mendapatkan uang untuk menyambung hidup,” katanya mengisahkan.

Awalnya, orang tuanya tidak sepakat jika ia melanjutkan studi hingga ke sekolah menengah atas. Sebab, kondisi ekonomi tak akan mampu membiayai.

Namun, Saemuna nekat. Ia membiayai sekolah dari jualan kayu dan katumbu hingga menyelesaikan pendidikan di tingkat STMN.

Perjalanan hidup Saemuna berlanjut ketika menikah dengan Sitti Asia G. Namun, status Saemuna saat itu masih pengangguran. Dari pernikahannya dengan Sitti Asia, dikaruniai empat anak bernama Sitti Elva, AMd Keb, Hasan Jaya SH, Brigadir Sitti Asma dan Ichlas Tribakti, S. Kep.Ns.

Untuk meyakinkan sang istri, Saemuna menitip bahasa.

“Kalau saya pulang di Raha (Muna) saya akan menjadi PNS. Alhamdulillah tahun 1987 diangkat PNS,” katanya berkelakar.

Saemuna diangkat jadi PNS  di SMA Negeri Raha pada 1987. Lalu, pindah di SMP Negeri 2 Napabalano. Ia kemudian pensiun pada 2008 lalu.

*Jadi Pimpinan Koperasi*

Medio 1993, kala itu almarhum Rosiman yang menjabat Kepala Desa Bonea yang menunjuk dirinya sebagai ketua pengurus KUD Tunas Sari.

Saemuna saat menerima piagam penghargaan dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menegah RI.

“Saya sempat renungkan satu malam kemudian ketemu pak desa dengan catatan koperasi yang ditangani harus segara diurus badan hukumnya,” ucap Saemuna yang pernah mendapat piagam penghargaan dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menegah RI.

Berjalan beberapa tahun koperasi yang dipimpinnya mendapat bantuan dari pembangunan perumahan melalui Partai Golkar sebesar Rp 10 juta.

“Di sinilah mulai berkembang walaupun saat itu belum mempunyai gaji, hanya berpikir bagaimana koperasi ini mendapat kepercayaan dari masyarakat,” sambungnya.

Dengan mengutamakan kepercayaan masyarakat, koperasi ini akhirnya berkembang dan tetap bertahan hingga kini, sekalipun negara pernah diterpa badai krisis moneter 1998.

Ia menyebut, anggota koperasinya saat ini sudah sebanyak 2.836 dan yang masuk non anggota ada sekitar 1.500 orang.

Saemuna Menerima Piagam tanda kehormatan dari Presiden RI atas Satyalancana Mitra Karya.

Koperasi yang dipimpinnya ini terus berkembang dan melebarkan sayap membentuk cabang hingga di Kota Kendari, Kabupaten Buton Utara dan Kabupaten Konawe.

*Masuk Dunia Politik dan Pentingnya Merawat Konstituen*

Di saat berkutat mengurus koperasi, ia kemudian kepincut masuk dunia politik.

Pada Pemilu 2014 lalu, ia tampil di DPRD Muna lewat Partai Hanura. Sayang, dari 9 kursi yang disiapkan, ia peringkat ke-10.

Beruntung, di tahun yang sama, Muna mekar. Muna Barat menjadi daerah otonomi baru.

Konsekuensi pemekaran ini membuatnya masuk DPRD Muna yang mengisi kekosongan kursi yang sebagian wakil rakyat ditarik ke daerah pemekaran Muna Barat.

Menurut Saemuna, masuk di dunia politik awalnya hanya coba-coba mendapat peruntungan.

“Karena takdir, alhamdulillah hingga saat ini masih mendapat kepercayaan masyarakat Muna khususnya di Dapil II,” katanya.

Selama menjadi anggota dewan antara 2015 sampai 2019, Saemuna mengaku terus merawat konstituennya.

Prinsip yang sama dilakukannya saat menjaga kepercayaan anggotanya di Koperasi Tunas Sari.

Dengan komitmen menjaga konstituen itu lah, ia kemudian terpilih dengan mudah saat maju kembali di Pemilu 2019.

“Sampai saat ini masih menjaga kepercayaan apalagi modal koperasi modal dari masyarakat (Anggota Koperasi) sampai sekarang belum ada yang mengeluh,” jelasnya.

“Pengamalan saya hidup itu yang utamanya itu menjaga kepercayaan sebab sedikit pun kita membodohi orang tanggapan masyarakat sama kita sudah tidak bagus, dan hal itu cepat tersebar di masyarakat,” tutup Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Muna ini.

Penulis : Iman Supa

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
4
-Advertisements-
loading...