Gubernur Sultra Apresiasi Keberhasilan Susi Pudjiastusi Memberantas Ilegal Fishing

217
Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra Suharno saat memberikan sambutan dalam seminar nasional.
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menggelar Seminar Nasional Perikanan Berkelanjutan III tentang Illegal Unreported and Unregulated Fishing (IUUF), di salah satu hotel di Kendari, pada Sabtu 14 September 2019.

-Advertisements-

Dalam sambutannya Gubernur Sultra Ali Mazi melalui Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra Suharno mengatakan, dengan adanya kebijakan pemberantasan IUUF telah berhasil meningkatkan stok ikan di beberapa wilayah perairan laut Indonesia.

“Kebijakan tersebut berupa moratorium penangkapan ikan oleh kapal asing hingga penenggelaman kapal yang melakukan illegal fishing serta perbaikan tata kelola perikanan tangkap yang lebih baik,” kata Suharno.

Berdasarkan hasil kajian Komisi Nasional Pengkajian Stok Ikan (Kajiskan), Maximum Sustainable Yield (MSY) perikanan Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dari 7,3 juta ton di tahun 2015 menjadi 12,54 juta ton pada tahun 2017.

Akan tetapi, dampak dari adanya kebijakan tersebut harus didukung oleh pemerintah daerah khususnya bagaimana menggenjot sarana penangkapan dan infrastruktur mulai dari penangkapan hingga sistem logistik ikan bisa berjalan lebih maksimal.

Untuk itu, Pemprov Sultra sedang merencanakan sebuah proyek strategis untuk menggenjot pemanfaatan sumberdaya ikan khususnya pada Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 714 Laut Banda dan sekitarnya.

Agenda strategis tersebut adalah membangun kawasan industri dengan infrastruktur modern yang dilengkapi dengan fasilitas industri untuk tujuan ekspor di Kamaru, Kabupaten Buton.

Rencana pembangunan kawasan industri perikanan di Kamaru, Kabupaten Buton tersebut merupakan satu langkah strategis yang direncanakan oleh Pemprov Sultra dalam masa kepemimpinan Ali Mazi-Lukman Abunawas untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang berdampak secara ekonomi bagi daerah.

“Ya, pemprov saat ini sedang merencanakan pembangunan satu kawasan industri perikanan secara terpadu di Kamaru, anggaran sudah disiapkan, lokasi pun sudah ada. Investasi bidang ini memang tinggi, namun memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi pula”, ungkapnya.

Adanya moratorium penangkapan ikan oleh kapal asing memberikan dampak yang baik bagi peningkatan potensi sumberdaya ikan, namun harus diikuti oleh kebijakan pemanfaatan melalui sistem penangkapan mulai dari penyiapan infrastruktur, perizinan, inovasi teknologi, pengolahan dan sistem pemasaran.

Pemprov Sultra sudah menyiapkan sebuah langkah strategis dengan perencanaan pembangunan industri perikanan di Kamaru Buton yang akan dimulai pada tahun 2020.

“Rencana tersebut akan menggandeng Universitas Halu Oleo sebagai mitra strategis dalam memberikan arahan dan masukan serta akan menggaet investor untuk penyediaan fasilitas khususnya pengadaan sarana penangkapan dan penyediaan infrastruktur pemasaran komoditi perikanan untuk tujuan ekspor,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...