Akibat Debu, Warga Kelurahan Punggolaka Kota Kendari Tutup Jalan

107
Sejumlah warga di jalan Pekuburan, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memblokade jalan yang kerap dilintasi oleh roda dua maupun roda empat.

Kendari, Inilahsultra.com – Sejumlah warga di jalan Pekuburan, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memblokade jalan yang kerap dilintasi oleh roda dua maupun roda empat.

Ketua RT 23 Kelurahan Punggolaka Salifun mengatakan, ini merupakan aksi protes warga dikarenakan kendaraan roda empat yang mengangkut material mulai dari pasir, batu, timbunan dan lainnya menimbulkan debu hingga menganggu warga sekitar.

- Advertisement -

Ia menyebut, permasalahan debu di lingkungan RT 23 sudah lama terjadi, tapi sebelumnya bertepatan dengan musim hujan dibiarkan begitu saja. Dan masuk pada musim kemarau ini efek sudah mulai dirasakan masyarakat sekitar.

“Debunya sudah mulai berterbangan sejak mobil tambang pengangkut pasir, batu, dan timbunan. Saat ini debunya tebal sekali, kalau orang jalan kaki saja sudah tidak kelihatan di jalan. Jadi, kami masyarakat tidak ada jalan lain kecuali kami tutup ini jalan yang berlangsung sudah tiga hari,” ungkap Salifun, Kamis 19 September 2019.

                       

Dampak dari debu ini, kata Salifun, sudah ada warga yang jatuh sakit mulai dari orang tua hingga anak-anak.

“Kami menilai debu inilah yang membuat warga sekitar terserang penyakit flu, batuk-batuk. Bahkan ada yang dibawa di rumah sakit, tapi kita belum tahu apa itu akibat dari debu atau bukan,” jelasnya.

Sebelumnya, kata Salifun, jalan di Punggolaka yang diakibatkan debu pernah dilakukan penyiraman dari pihak perusahaan. Tapi langkah itu tidak menghilangkan apa yang menjadi penyakit masyarakat saat ini.

“Pernah disiram dari pihak perusahaan tapi saya tidak tahu perusahaan apa pada saat itu, tetapi tetap tidak menghilangkan debu karena disiram sekarang, dua menit ke depan ada mi lagi debu. Jadi, langkah itu tidak menghilangkan debu,” jelasnya.

Baca Juga :  Ada Stiker AMAN Ditempel di Kantor Gubernur Sultra

Mobil-mobil pengangkut material ini, kata dia, dalam sehari banyak mobil yang lalu lalang mulai dari pagi sampai malam.

“Setiap hari banyak mobil bermuatan pasir, timbunan dan batu yang beroperasi mulai pagi sampai jam 9 malam,” jelasnya.

Lanjutnya, kurang lebih 600 jiwa saat ini terganggu aktivitas karena dampak dari debu, dan berkomitmen tidak akan membuka jalan yang sudah ditutup dengan kayu.

“Masyarakat sepakat ditutup, kita akan buka kalau sudah ada kejelasan jalan tersebut akan diaspal. Jadi, diaspal baru kita buka,” tegasnya.

Mereka juga berharap agar DPRD Kota Kendari melakukan hearing bersama instansi terkait dalam waktu dekat ini.

“Kami harap DPRD dapat mendengar apa yang menjadi keluhan masyarakat saat ini, karena kalau dibiarkan ini bisa saja akibat dari debu ini akan mengakibatkan orang bisa meninggal dunia,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...