Debu di Ring Road Laworo Ancam Kesehatan Warga, Kontraktor Diminta Kerja Sesuai Aturan

192
Debu di jalan ring road Laworo dikeluhkan warga.

Laworo, Inilahsultra.com – Proyek pekerjaan peningkatan jalan ring road Laworo Kabupaten Muna Barat (Mubar) dikeluhkan warga. Pasalnya, akibat pekerjaan itu, masyarakat mengalami sakit-sakitan akibat tebaran debu.

Beberapa warga setempat menilai, debu yang bertebaran itu diakibatkan ulah kontraktor yang kerjanya tidak profesional.

- Advertisement -

Salah seorang warga Waokuni Kecamatan Sawerigadi, Irfan, mengaku, akibat dari proyek pekerjaan peningkatan jalan ring road itu, tidak sedikit warga setempat mengalami sakit infeksi saluran penapasan akut (ISPA).

“Akibat debu itu yang sakit-sakitan banyak. Terutama batuk, flu dan sakit kepala,” kata Irfan, Kamis 19 September 2019.

                       

Debu jalan itu, kata dia, turut masuk di rumah warga. Sehingga hal itu sangat mengganggu kenyamanan dalam beraktivitas baik pejalan kaki maupun yang duduk nongkrong di pelataran halaman rumahnya.

“Coba itu kontraktor sadar diri supaya dia lakukan penyiraman tiap hari. Hari – hari makan debu, bahkan kita cerita saja sudah kayak makan gula pasir. Debu yang masuk di dapur dan yang melekat di piring itu, kita bisa tanda tangan. Artinya dengan pekerjaan ini, kontraktornya pasti merugikan juga bupatinya,” keluhnya.

Irfan menyebut, keluhan ini hampir tiap hari disampaikan. Hanya saja, kontraktor terkesan abai.

Warga yang berada di sekitar Desa Wakoila, Waturempe dan Desa Waukuni yang masuk dalam satu kontrak pekerjaan mengeluhkan hal ini.

“Intinya terganggu sekali. Perjalanan yang mulus kan kita juga utamakan kesehatan lingkungan. Sebelum penyakit menyebar ke warga lain pihak kontraktor harus secepatnya mengantisipasi ini. Pemerintah daerah setempat juga harusnya memberi teguran kepada kontraktor,” terangnya.

Sementara itu, Kepala dinas PU Mubar, Karimain saat dihubungi, mengatakan, terkait pekerjaan peningkatan jalan ruas jalan ring road itu pihaknya sudah memerintahkan kontraktor untuk dilakukan penyiraman tiap hari.

Baca Juga :  Meski Bantuan Diberangkatkan Besok, Kodim Buton Tetap Buka Posko

“Saya kira mereka menyiram itu. Tapi kalau perintah itu, tiap hari saya perintahkan, saya undang di rapat bahwa jangan dibiarkan berdebu,” katanya.

Ia menyebut, Bupati Mubar LM Rajiun Tumada, saat memantau progres pekerjaan jalan sudah mengingatkan kepada kontraktor yang bandel untuk memperhatikan sesuai dengan kontrak pekerjaan yang ada.

“Perintahnya bukan hanya kita, tetapi bupati juga kemarin perintahkan kontraktor. Mungkin ada lagi yang bandel ini. Nanti kita perintahkan lagi untuk lakukan penyiraman,” pungkasnya.

Reporter : Muh Nur Alim

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...